Bawa 12.000 Dosis Vaksin Sinovac, BIN Laksanakan Vaksinasi di Blitar

Baca Juga

MATA INDONESIA, BLITAR – Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah Jawa Timur atau Binda Jatim menggelar vaksinasi massal di Desa Pojok, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar.

Menurut Kabinda Jatim Marsma TNI Rudy Iskandar, antusiasme masyarakat cukup tinggi saat menghadiri vaksinasi.

“Animo lansia yang datang sangat tinggi saya senang sekali,” ujarnya, Kamis 11 November 2021.

Dalam vaksinasi kali ini BIN menggelontorkan 12.000 dosis vaksin sinovac. Jumlah tersebut dibagi untuk tiga kecamatan yaitu Ponggok, Sanankulon dan Nglegok. Diharapkan dengan vaksinasi oleh BIN tersebut, capaian vaksinasi di Kabupaten Blitar semakin meningkat.

“Karena saya lihat capaian vaksinasi dosis pertama di kabupaten kota baru 57 persen. Sedangkan dosis kedua baru 30 persen,” katanya.

Selanjutnya, ia berpesan kepada masyarakat meskipun sudah divaksin tetapi harus tetap patuh protokol kesehatan. Seperti jangan melepas masker, menjaga jarak jarak dan menghindari kerumunan. Ia berharap, dengan adanya vaksinasi kekebalan kelompok akan segera terbentuk. Sehingga kehidupan sosial dan perekonomian kembali pulih seperti sebelum adanya Pandemi.

“Saya berterima kasih kepada Bupati, vaksinasi BIN telah diterima di kabupaten Blitar kami akan terus melaksanakan vaksinasi di Kabupaten Blitar maupun di wilayah lain,” ujarnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini