Batal Ikut All England, Gloria: Nggak Masalah, Demi Olimpiade

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Gloria Emanuelle Widjaja tak mempermasalahkan batal tampil di All England. Menurut dia, pengumpulan poin untuk Olimpiade lebih penting.

PBSI menarik keikutsertaan para pebulutangkisnya dari All England, khususnya mereka yang akan lebih dulu tampil di Swiss Open, 2-7 Maret. Pasalnya, peblutangkis yang pulang dari Swiss harus menjalani karantina satu pekan sehingga persiapan tampil di All England tak cukup.

Gloria, bersama pasangannya di ganda campuran, Hafiz Faizal, adalah salah satu pemain yang dijadwalkan tampil di Swiss Open dan All England. Alhasil, Gloria dipastikan batal tampil di turnamen bergengsi, All England.

PBSI lebih memilih Gloria tampil di Swiss Open karena masuk dalam penghitungan poin tampil di Olimpiade, sementara All England tak termasuk. Saat ini Hafiz/Gloria berada di peringkat delapan kualifikasi Olimpiade Tokyo. Posisinya masih belum aman karena masih bisa disalip beberapa ganda campuran lain.

“Mungkin karena berhubung Swiss Open merupakan event yang ada perhitungan untuk olimpiadenya. Jadi saya dan Hafiz karena lagi mengejar poin Olimpiade mau tak mau harus berangkat ke Swiss,” kata Gloria.

“Sementara All England tidak masuk perhitungan olympic. Jadi saya sebenarnya tidak apa-apa tidak ikut All England. Toh, saya jadi bisa fokus satu-satu buat Olimpiade. Tadinya mau ikut tapi keadaan tak memungkinkan. Jadi apa yang diberikan pelatih itu yang kami ikuti,” ujarnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini