Banyak Pengguna Sepeda Motor Bikin Kemacetan Jakarta Tambah Parah

Baca Juga

MINEWS.ID, JAKARTA – Daripada membangun jalur sepeda hanya menggunakan cat hijau yang mahal, Forum Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) justru mengajurkan Pemprov DKI Jakarta memfasilitasi pengguna sepeda motor yang semakin bikin kemacetan Jakarta semakin parah.

“Berikanlah jalur khusus sepeda motor dan mereka harus dipaksa menggunakannya,” ujar Ketua Umum MTI Agus Taufik Mulyono di Jakarta, Kamis 28 November 2019.

Agus menyarankan dari pedestrian yang lebar itu sebagiannya agar disisihkan untuk jalur sepeda motor.

Dia menyarankan jalur khusus sepeda motor tersebut dibangun dengan dengan pembatas beton seperti jalur busway untuk TransJakarta.

Menurut Agus kacau balaunya transportasi di jalan raya akibat etika pengendara yang buruk ditambah petugas lapangan kurang tegas menindak para pelanggar.

Sekarang, para petugas lebih banyak berjaga pada jam kantor saja. Dia menyatakan untuk mengatur sebuah kota harus dilakukan dengan tegas.

Dia menilai jika perilaku pengendaranya lebih berani dari pada pengemudi mobil dan dia menggunakan ruang sekitar.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini