Bahas Tentang Otsus Jilid II, Tokoh Masyarakat Youmeni Bongkar Borok Pemerintah Daerah Papua

Baca Juga

MATA INDONESIA, DEIYAI – Tokoh Masyarakat Youmeni Permenas Pakage mengungkapkan bahwa masih ada masyarakat Papua, terutama tokoh masyarakat di Deiyai yang belum paham terkait Otsus Papua.

“Sebenarnya Otsus ini, para Tokoh masyarakat dan tokoh adat Kabupaten Deiyai tidak tahu-menahu tentang pelaksanaannya karena memang Pemerintah Daerah tidak pernah melibatkan maupun berdiskusi dengan para tokoh dalam penyalurannya, serta tidak pernah memberitahukan bahwa program pembangunan maupun pemberdayaan masyarakat mana yang didukung dengan menggunakan dana Otsus,” ujarnya, Kamis 2 September 2021.

Ia juga menyayangkan perlakuan pemerintah daerah Papua yang terkesan memanfaatkan tokoh adat dan tokoh masyarakat hanya untuk urusan genting.

“Yang sering terjadi bahwa para tokoh masyarakat dan tokoh adat cuma dilibatkan ketika terjadi permasalahan di masyarakat. Namun setelah permasalahan diredam dan diselesaikan, para tokoh masyarakat dan tokoh adat diabaikan lagi,” katanya.

Meski demikian, Permenas menyatakan selalu mendukung upaya pemerintah pusat untuk memajukan Papua, terutama lewat Otsus Papua jilid II.

“Diharapkan dengan disahkannya UU Otsus yang baru pemerintah daerah bisa merangkul dan bersama-sama seluruh komponen masyarakat Papua untuk dapat mengawal UU Otsus tersebut agar bisa terlihat hasilnya yaitu kesejahteraan masyarakat Papua yang selama ini diidam-idamkan,” ujarnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini