Bagian dari Sejarah Motor Antik Pak Tino Sidin Dilelang, Berminat?

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA-Mungkin bagi anak-anak zaman sekarang nama Pak Tino Sidin tidak lagi terkenal, namun bagi mereka yang hidup di era 80-an pasti mengenai beliau, seorang pelukis dan guru gambar yang terkenal dengan acaranya di stasiun TVRI yaitu Gemar Menggambar.

Dalam acara ini “Pak Tino” mengajar anak-anak bahwa menggambar itu mudah, dan merupakan perpaduan dari garis-garis lurus dan garis-garis lengkung.

Baru-baru ini, sebuah motor klasik peninggalan dirinya dilelang oleh sang pemilik Tommy Dwi Djatmiko. Alasan dirinya melelangnya karena ingin nama besar Pak Tino Sidin bisa dikenal oleh generasi milenial.

“Memang saya lelang. Sayang sebenarnya, tapi kalau saya koleksi sendiri, nggak akan tersiar beritanya kalau ada motor bersejarah. Ini sumber inspirasi saya, nggak perlu dimiliki tapi dibuat sesuatu yang berguna,” katanya di galeri Yuliansyah Akbar, Jalan Cigadung, Kota Bandung, Sabtu 7 September 2019.

Lelang itu dilakukan melalui sistem online via media sosialnya di @mastomcustom. Lelang dimulai sejak 22 Agustus 2019 lalu hingga ditutup pada Rabu 11 September 2019 mendatang. Lelang dimulai diangka Rp 25 juta dengan kelipatan lelang Rp 2,5 juta. Hingga hari ini, sudah ada 6 orang yang ikut lelang dengan angka terakhir Rp 40 juta.

Mastom mengatakan hasil lelang tak akan sepenuhnya untuk dirinya. Sebagian dari hasil lelang, akan disumbangkan ke Taman Tino Sidin di Bantul, Yogyakarta.

Selama lelang dibuka, Mastom mengaku banyak yang minat akan motor bersejarah itu. Para peminat, kata Mastom berasal dari kalangan kolektor motor klasik maupun kolektor seni. Sebab seperti diketahui, Pak Tino sendiri merupakan legenda pelukis nasional yang sering nongol di TVRI era tahun 80an.

“Ada yang kolektor seni ada juga yang kolektor sepeda motor klasik. Malah pernah ada yang datang langsung untuk lihat motornya langsung tertarik dan nge-bid dua poin,” katanya.

Selain lelang yang sebagian hasilnya untuk Taman Tino Sidin, Mastom mengaku kegiatan yang dia lakukan juga sekaligus memberikan edukasi sejarah kepada generasi milenial. Melalui media sosialnya, dia bisa menceritakan soal sosok Pak Tino Sidin yang menginspirasi.

Berita Terbaru

Minyakita dan Strategi Pemerintah Menjaga Keseimbangan Pasar

Oleh : Antonius UtomoMinyak goreng merupakan salah satu kebutuhan pokok yang memiliki pengaruh besar terhadap kehidupan masyarakat Indonesia. Sebagai negara dengan jumlah penduduk yang besar dan tingkat konsumsi minyak goreng yang tinggi, stabilitas harga dan ketersediaan produk inimenjadi perhatian utama pemerintah. Dalam konteks tersebut, program Minyakita hadir sebagaiinstrumen strategis untuk memastikan masyarakat tetap dapat memperoleh minyak goreng dengan harga yang terjangkau sekaligus menjaga keberlangsungan industri sawit dan minyakgoreng nasional.Sejak diperkenalkan sebagai minyak goreng rakyat, Minyakita dirancang untuk menjadi solusiatas fluktuasi harga minyak goreng yang kerap terjadi akibat dinamika pasar global maupundomestik. Keberadaan Minyakita tidak hanya bertujuan menjaga daya beli masyarakat, tetapijuga menjadi bagian dari upaya pemerintah menciptakan keseimbangan antara kepentingankonsumen, produsen, distributor, dan pelaku usaha di seluruh rantai pasok. Dengan demikian, Minyakita menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasionalyang berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari masyarakat.Kementerian Perdagangan bersama berbagai pemangku kepentingan juga terus memperkuatmekanisme distribusi agar Minyakita dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia secara lebihefektif. Dalam pelaksanaannya, pemerintah melibatkan berbagai pihak, termasuk BUMN pangan seperti Bulog dan ID Food, guna memperluas jaringan distribusi dan memperkuatpengawasan terhadap penyaluran minyak goreng rakyat. Langkah ini menjadi bagian daristrategi besar pemerintah untuk memastikan bahwa manfaat program Minyakita dapatdirasakan secara merata oleh masyarakat di berbagai daerah.Upaya tersebut menunjukkan bahwa pengendalian harga tidak semata-mata dilakukan melaluipenetapan Harga Eceran Tertinggi (HET), tetapi juga melalui pembenahan tata niaga dan rantaidistribusi. Pengalaman beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa perbedaan harga di tingkat konsumen sering kali dipengaruhi oleh hambatan distribusi, biaya logistik, dan keterbatasan pasokan di wilayah tertentu....
- Advertisement -

Baca berita yang ini