Arus Mudik Telan Korban Jiwa, 4 Orang Tewas Terbakar

Baca Juga

MINEWS, SUBANG – Arus mudik Lebaran 2019 mulai memakan korban. Empat orang meninggal dunia dengan kondisi hangus terbakar pada kecelakaan lalu lintas yang terjadi di jalur pantai utara Patokbeusi, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Jumat 1 Juni 2019.

Peristiwa kecelakaan lalu lintas itu melibatkan dua sepeda motor dan satu unit mobil Avanza nopol B-111-SZA yang dikemudikan Abdul Latief (40), warga Cirebon. Mobil Avanza yang melintas dari arah Cirebon menuju Jakarta mengalami pecah ban bagian belakang kanan, hingga akhirnya kendaraan tersebut oleng.

Selanjutnya, kendaraan itu menabrak pembatas jalan dan masuk ke jalur berlawanan. Kemudian dua sepeda motor, yakni Honda Verza nopol B-4061-FJY dan Yamaha Nmax nopol B-6162-WOQ menabrak mobil tersebut sampai akhirnya terbakar.

Setelah itu, satu unit mobil dan dua sepeda motor yang terlibat kecelakaan langsung terbakar. Akibat peristiwa itu sopir Avanza beserta seorang penumpang hangus terbakar dan meninggal.

Begitu juga dengan pengendara motor Honda Verza Ari Sudarsono (36) dan pengendara Yamaha Nmax Eko Pranajaya (34), keduanya meninggal dunia dengan kondisi hangus terbakar. “Ada dua orang penumpang mobil itu yang selamat,” katan Heru, salah seorang saksi mata di lokasi kejadian.

Empat korban yang meninggal dunia selanjutnya dibawa ke rumah sakit terdekat. Sedangkan bangkai kendaraan yang terlibat kecelakaan dibawa ke Polsek Patokbeusi, Subang. Kini kasus kecelakaan tersebut ditangani pihak kepolisian dari Unit Kecelakaan Satlantas Polres Subang.

Berita Terbaru

Prabowo dan Agenda Antisipasi Super El Nino demi Melindungi Petani serta Rakyat

Oleh : Ricky RinaldiPerubahan iklim menjadi salah satu tantangan terbesar yang dihadapi berbagainegara, termasuk Indonesia. Fenomena cuaca ekstrem seperti El Nino berpotensimemicu musim kemarau yang lebih panjang, meningkatkan risiko kekeringan, mengurangi produktivitas pertanian, serta memengaruhi ketersediaan pangannasional. Ancaman tersebut tidak hanya berdampak pada petani sebagai produsenpangan, tetapi juga dapat memengaruhi stabilitas harga dan daya beli masyarakat. Oleh karena itu, kesiapsiagaan pemerintah dalam mengantisipasi potensi Super El Nino menjadi langkah strategis untuk melindungi petani sekaligus menjagaketahanan pangan nasional.Ketahanan pangan merupakan salah satu fondasi utama pembangunan nasional. Ketersediaan pangan yang cukup, aman, dan terjangkau menjadi kebutuhan dasaryang harus dijaga di tengah berbagai tantangan global, termasuk perubahan iklim. Pengalaman menghadapi El Nino pada tahun-tahun sebelumnya memberikanpelajaran bahwa antisipasi sejak dini jauh lebih efektif dibandingkan penangananketika dampaknya telah meluas. Karena itu, berbagai langkah mitigasi terusdiperkuat agar sektor pertanian tetap mampu berproduksi meskipun menghadapikondisi cuaca yang tidak menentu.Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menjadikan ketahanan pangansebagai salah satu prioritas utama pemerintahannya. Menghadapi potensi fenomenaSuper El Nino yang diperkirakan dapat memengaruhi musim kemarau di Indonesia, Presiden memanggil jajaran terkait untuk memastikan kesiapan nasional, mulai darikecukupan cadangan pangan, penguatan infrastruktur pertanian, hingga langkah-langkah antisipatif bagi petani. Pemerintah menegaskan bahwa kesiapan tersebutmerupakan bagian dari strategi untuk memastikan masyarakat tetap memperolehakses pangan yang cukup meskipun menghadapi tantangan iklim ekstrem.Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini