Artis hingga Selebgram Ramai-ramai Dukung Audrey hingga Tandatangani Petisi

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Kasus pengeroyokan Audrey, siswi SMP di Pontianak terus menjadi sorotan. Hingga saat ini, diketahui Audrey masih dalam perawatan di rumah sakit.

Audrey dikeroyok oleh 12 siswi SMA. Diduga akar permasalahan pengeroyokan ini adalah karena asmara. Usai kasus Audrey terungkap, publik pun seolah dibuat terhenyak.

Dukungan pun terus mengalir bagi remaja malang itu. Tagar #justiceforAudrey pun viral di jagad maya. Dukungan juga datang dari sederet public figure, mulai dari artis hingga selebgram.

Ria Ricis

Ria Ricis menjadi salah satu yang ikut angkat bicara soal kasus Audrey. Melalui unggahan Insta Storynya Ricis berkomentar banyak soal pembullyan.

Taqy Malik

Mantan suami Salmafina Sunan yang juga seorang selebram ini juga ikut memberikan dukungan untuk Audrey melalui postingan di Instagram.

Reza Arap

Dalam akun Instagramnya, Reza mengunggah video saat ia menelepon Audrey. Ia langsung memberikan dukungan semangat bagi Audrey lewat telepon.

Arie Untung

Arie Untung juga berkomentar soal kasus Audrey di Instagramnya. Ari merasa prihatin sekaligus geram melihat kasus ini, terlebih ia punya anak seumuran Audrey.

Awkarin

Selebgram kondang, Awkarin juga ikut memberi dukungan buat Audrey. Ia bahkan berencana untuk datang langsung ke Pontianak untuk mengunjungi dan memperjuangkan hak Audrey.

Tatjana Saphira

Dalam Instagramnya, artis cantik Tatjana Saphira juga ikut mendukung Audrey. Ia juga mengajak publik untuk menandatangani petisi.

Jefri Nichol

Aktor tampan Jefri Nichol juga memberi dukungan untuk Audrey. Ia juga meminta masyarakat untuk ikut menandatangani petisi online terkait kasus Audrey.

Berita Terbaru

Teknologi dan Infrastruktur Air Menjadi Andalan Menghadapi Tantangan Kemarau

Oleh: Rendra Fathian )*Pemerintah terus memperkuat berbagai langkah antisipatif dalammenghadapi musim kemarau 2026 yang diperkirakan berlangsung lebihkering dibandingkan kondisi normal. Tantangan perubahan iklim dan potensi fenomena El Nino mendorong pemerintah untuk mengedepankanpemanfaatan teknologi serta penguatan infrastruktur air sebagaiinstrumen utama dalam menjaga ketahanan masyarakat, keberlanjutansektor pertanian, dan stabilitas pembangunan nasional.Upaya pemerintah tersebut menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanyaberfokus pada penanganan dampak setelah bencana terjadi, tetapi juga menempatkan mitigasi sebagai bagian penting dari strategi pembangunan. Pendekatan yang berbasis data, teknologi, dan koordinasilintas sektor menjadi fondasi untuk memastikan masyarakat dapatmenghadapi musim kemarau dengan kesiapan yang lebih baik.Peringatan mengenai potensi kemarau yang lebih kering telahdisampaikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa Indonesia berpotensi mengalami fenomena El Nino pada tahun 2026. Prediksitersebut telah disampaikan sejak Maret 2026 dan kemudian diperkuatoleh informasi yang dirilis Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) pada awal Juni 2026.Menurut Faisal, El Nino dan musim kemarau merupakan dua fenomenayang berbeda, namun keduanya dapat memengaruhi kondisi curah hujandi berbagai wilayah Indonesia. Hasil pemantauan BMKG hingga akhir Mei menunjukkan indeks ENSO telah mencapai angka yang mengindikasikankondisi El Nino, sementara sebagian wilayah Indonesia telah memasukimusim kemarau.Pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan risiko iklim menjadi salah satukekuatan yang dimiliki Indonesia saat ini. Dukungan data dari BMKG, pemantauan satelit, serta sistem peringatan dini memungkinkanpemerintah daerah dan berbagai instansi terkait mengambil keputusanberdasarkan kondisi aktual di lapangan. Pendekatan ini jauh lebih efektifdibandingkan mengandalkan respons setelah dampak kekeringan mulaidirasakan masyarakat.Di Jawa Barat, misalnya,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini