Aplikasi Michat Masih Jadi Media PSK Jajakan Diri secara Online di Tanah Air

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-16 orang pekerja seks komersial (PSK) yang menawarkan diri melalui aplikasi media sosial michat kembali diamankan. Kali ini petugas Satpol PP Kabupaten Bangkalan, Madura menjaring mereka dalam operasi pekat (penyakit masyarakat).

 “Terdiri dari 11 perempuan dan lima laki-laki setelah dilakukan pendataan dan pembinaan mereka diserahkan kepada keluarganya,” kata Kabid Trantibum Satpol PP Bangkalan, Urip Riyanto, di Bangkalan, Selasa, 9 November 2021. 
 
Operasi ini melibatkan TNI-Polri lantaran semakin banyaknya PSK yang menawarkan diri secara online melalui salah satu media sosial sehingga membuat resah masyarakat. 

“Menanggapi hal tersebut pihak Satpol PP Bangkalan bekerjasama dengan TNI-Polri melaksankan operasi pekat yang menyasar beberapa hotel dan penginapan, ” ujarnya.

Dalam kurun beberapa jam operasi dilakukan, petugas mengamankan tujuh orang PSK di salah satu terminal di Bangkalan. Tak hanya itu, satpol juga mengamankan beberapa pasang muda-mudi yang sedang mengonsumsi miras di rumah kos-kosan.

“Untuk menarik pelanggan, mereka mengaku menawarkan diri melalui salah satu platform media sosial michat. Pihak Satpol PP akan secara rutin melaksanakan operasi demi menjaga kondusifitas,” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Bersama Menyempurnakan Program Kopdes Merah Putih

Oleh: Yusuf RinaldiPembangunan ekonomi desa merupakan fondasi penting bagi terwujudnyapemerataan kesejahteraan nasional. Karena itu, langkah pemerintah menghadirkanProgram Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) layakdiapresiasi sebagai upaya menghidupkan kembali semangat ekonomi kerakyatanyang berlandaskan gotong royong dan kekeluargaan. Program ini bukan sekadar membentuk koperasi baru, tetapi membangun ekosistemekonomi desa yang lebih produktif, mandiri, dan berkelanjutan. Tentu, sebagaimanaprogram strategis lainnya, implementasinya perlu terus disempurnakan agar manfaatnya semakin optimal bagi masyarakat.Sejak awal, Presiden Prabowo Subianto menempatkan koperasi sebagai instrumenstrategis untuk memperkuat ekonomi rakyat. Pilihan tersebut memiliki landasanhistoris yang kuat. Mohammad Hatta pernah menegaskan bahwa koperasimerupakan sokoguru perekonomian nasional yang berlandaskan asas kekeluargaandan gotong royong. Karena itu, keberhasilan Kopdes Merah Putih tidak boleh hanyadiukur dari banyaknya koperasi yang berdiri, melainkan dari kemampuannyameningkatkan kesejahteraan masyarakat desa secara berkelanjutan.Komitmen pemerintah untuk terus menyempurnakan Program Kopdes Merah Putih juga tercermin dari langkah Komisi VI DPR...
- Advertisement -

Baca berita yang ini