Anggota Kelompok Teror MIT Sudah Habis, Mabes Polri Diminta Hentikan Operasi Madago Raya

Baca Juga

MATA INDONESIA, PALU – Polri sudah menghabisi kelompok teror di Poso setelah menembak mati Askar alias Pak Guru, Kamis 29 September 2022 malam.

Maka, Guru Besar Ilmu Filsafat Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu, Lukman Thahir meminta Mabes Polri menghentikan Operasi Madago Raya.

“Itu harus menjadi sinyal bagi Mabes Polri untuk menghentikan Operasi Madago Raya,” ujar Lukman di Palu, Jumat 30 September 2022.

Lukman, seperti dilansir Antaranews, menegaskan dengan ditembak matinya anggota terakhir Kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) itu, Poso tidak membutuhkan lagi pengerahan aparat Polri maupun TNI bersenjata lengkap.

Meski begitu bukan berarti aparat keamanan lepas tangan begitu saja dengan dihentikannya Operasi Madago Raya.

Dia menganjurkan aparat keamanan membuat program yang bisa menghilangkan trauma dari operasi militer tersebut.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini