Alhamdullilah, Lebih dari 300 Pengungsi Balik Lagi ke Wamena

Baca Juga

MINEWS.ID, JAYAPURA – Gelombang pengungsi korban kerusuhan yang kembali ke Wamena terus terjadi. Sabtu 12 Oktober 2019, sebanyak 93 korban kerusuhan diterbangkan dari Sentani kembali ke Wamena sehingga lebih dari 300 pengungsi kembali ke kota itu.

Mereka menumpang pesawat Hercules TNI-AU C-130 dengan nomor registrasi A-1336, dipiloti Mayor penerbang Bandung.

Selain 93 orang pengungsi yang tiba di Wamena, sebanyak 21 personel Zipur X juga ikut menumpang pesawat milik TNI AU tersebut.

Puluhan pengungsi itu kemudian dijemput oleh keluarga masing-masing dan 21 personil Zipur X yang di pimpin oleh Sertu Sudirman menuju Ke Kodim/1702 Jayawijaya.

Secara terpisah, Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal mengungkapkan 88 dari pengungsi tersebut langsung pulang ke rumah masing-masing, sedangkan lima lainnnya menuju pengungsian sementara di Gedung Tongkonan Wamena.

Dengan penerbangan tersebut diperkirakan lebih dari 300 pengungsi korban kerusuhan sudah kembali lagi ke Wamena untuk membangung kota di Lembah Baliem tersebut. Sebelumnya, lebih dari 200 pengungsi memilih kembali ke Wamena

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Presiden Gunakan Reshuffle untuk Maksimalkan Capaian Program Strategis

Oleh: Windi Paramitha )*Presiden Prabowo Subianto kembali melakukan perombakan Kabinet Merah Putih sebagai langkah strategis untuk memastikan percepatan pelaksanaan program prioritas nasional. Presiden menempatkan reshuffle sebagai instrumen penting untuk menjaga efektivitas pemerintahan di tengah dinamika tantangan yang terus berkembang.Pelantikan pejabat baru yang berlangsung di Istana Kepresidenan Jakarta pada 27 April 2026 menunjukkan komitmen pemerintah dalam melakukanpenyesuaian struktural. Pemerintah memandang penyegaran kabinetsebagai bagian dari evaluasi berkelanjutan terhadap kinerja lembaganegara.Prosesi pelantikan yang dipimpin langsung Presiden menegaskanpentingnya integritas dalam menjalankan amanah jabatan. Presidenmenekankan kesetiaan terhadap konstitusi serta tanggung jawab penuhdalam menjalankan tugas sebagai bentuk pengabdian kepada negara.Struktur kabinet yang diperbarui menghadirkan sejumlah perubahansignifikan pada posisi strategis. Kepala Staf Kepresidenan sebelumnya, Muhammad Qodari, dipercaya mengemban tugas baru sebagai KepalaBadan Komunikasi Pemerintah. Perubahan ini diarahkan untukmemperkuat koordinasi komunikasi publik.Penunjukan Dudung Abdurachman sebagai Kepala Kantor StafKepresidenan menjadi bagian dari upaya memperkuat pengendalianprogram prioritas. Pemerintah menilai pengalaman dan kapasitas Dudung mampu mendukung efektivitas koordinasi lintas sektor.Sektor lingkungan hidup juga mengalami penyesuaian kepemimpinan. Menteri Lingkungan Hidup yang baru, Jumhur Hidayat, diberikan amanahuntuk memperkuat kebijakan pengelolaan lingkungan secarakomprehensif. Pemerintah melihat latar belakangnya sebagai modal dalam memperluas pendekatan kebijakan.Peran Menteri Lingkungan Hidup sebelumnya, Hanif Faisol Nurofiq, tidakdihentikan melainkan dialihkan. Pemerintah menugaskan Hanif sebagaiWakil Menteri Koordinator Bidang Pangan guna mendukung penguatansektor strategis lainnya.Pengangkatan Abdul...
- Advertisement -

Baca berita yang ini