Alhamdulillah, PB ISSI Beri Apresiasi Atlet Sepeda Peraih Medali SEA Games 2021

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Sports Sepeda Indonesia (PB ISSI) Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan apresiasi kepada pebalap sepeda peraih medali SEA Games 2021.

Penyerahan apresiasi diberikan dalam acara Parade Kemenangan Bersama Kontingen Balap Sepeda Indonesia SEA Games Vietnam di Hutan Kota Plataran, Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Minggu 29 Mei 2022.

Untuk peraih medali emas, PB ISSI memberikan uang pembinaan senilai 300 juta Rupiah, medali perak 200 juta Rupiah, dan perunggu 100 juta Rupiah. Selain itu, PB ISSI juga memberikan apresiasi kepada seluruh atlet dan ofisial yang telah berjuang pada SEA Games Vietnam.

Tak lupa juga memberikan penghargaan kepada tujuh legenda balap sepeda Indonesia, salah satunya Sutiyono yang hadir dalam acara tersebut.

“Sangat bangga kepada seluruh atlet yang telah berjuang keras selama setahun terakhir dalam kondisi pandemi. Bersyukur prestasi balap sepeda mengalami peningkatan di SEA Games Vietnam dengan tiga emas, empat perak, dan satu perunggu,” kata Listyo.

Listyo berharap prestasi atlet balap sepeda Indonesia terus mengalami peningkatan. Menurutnya, ke depan akan banyak tantangan, seperti Asian Games Hangzhou, China 2022 dan Olimpiade Paris 2024.

“Tentunya harapan kami, atlet balap sepeda Indonesia bisa lebih berprestasi di Asian Games dan Olimpiade. Dan tentu ini menjadi PR (pekerjaan rumah) bagi kita semua. Minimal kita harus lebih baik dari tahun sebelumnya,” ujarnya.

“Seberapa kita meraih medali, kemenangan, tentunya ini yang terus kami dorong, dan persiapkan atlet kita agar itu bisa diwujudkan dan dapat mengibarkan Merah Putih di event-event internasional. Tentu ini butuh dukungan masyarakat semua,” ucapnya.

Pada SEA Games 2021, tim balap sepeda Indonesia meraih tiga medali emas, empat perak, dan satu perunggu. Pencapaian ini meningkat dari SEA Games Filipina pada 2019 dengan satu emas, empat perak, dan dua perunggu.

Tiga emas masing-masing diraih Tiara Andini Prastika (Downhill putri), Zaenal Fanani (Cross Country Olympic/XCO putra), dan Ayustina Delia Priatna (Individual Time Trial/ITT putri).

Sementara perak, dua di antaranya diraih Aiman Cahyadi pada nomor ITT dan Individual Road Race (IRR) putra. Sisanya oleh Andy Prayoga (Downhill putra) dan Ihza Muhammad (XCO putra). Kemudian perunggu diraih Ayustina Delia Priatna yang turun pada nomor IRR.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Evaluasi Berkala Koperasi Desa Jadi Kunci Keberlanjutan Program Pemberdayaan Ekonomi

Oleh: Firly Tsaqila )*Komitmen pemerintah dalam memperkuat fondasi ekonomi desa terusdiwujudkan melalui pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan MerahPutih sebagai instrumen strategis pemberdayaan masyarakat. Koperasi Desa dirancang bukan sekadar menjadi wadah aktivitasekonomi lokal, melainkan sebagai infrastruktur ekonomi nasional yang mampu memperluas akses masyarakat desa terhadap layanan usaha, distribusi kebutuhan pokok, pembiayaan produktif, hingga penguatankesejahteraan berbasis komunitas. Sehingga evaluasi berkala menjadi elemen penting agar implementasiprogram berjalan tepat sasaran, adaptif terhadap tantangan lapangan, dan mampu memberikan manfaat berkelanjutan.Langkah cepat Kementerian Koperasi dalam merespons berbagaimasukan masyarakat menunjukkan keseriusan pemerintah menjagakualitas pelaksanaan program ini. Berbagai sorotan yang muncul di ruangpublik dipandang sebagai bentuk partisipasi konstruktif yang justrumemperkuat proses pembenahan. Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menilai perhatian masyarakatterhadap kondisi dan kesiapan Kopdes Merah Putih merupakan bagiandari pengawasan publik yang sangat dibutuhkan untuk memastikanprogram berkembang sesuai tujuan awal.Menurut Ferry, setiap laporan, masukan, dan perhatian masyarakatmenjadi bahan evaluasi yang sangat berharga bagi kementerian untukmelakukan koreksi secara menyeluruh. Ia menegaskan bahwa pemerintahmemandang keterlibatan publik sebagai bagian dari mekanismepengawasan yang memperkuat akuntabilitas tata kelola. Denganketerbukaan terhadap kritik, pemerintah menunjukkan pendekatan adaptifdalam memastikan program ini terus mengalami penyempurnaan.Pendekatan evaluatif ini penting karena skala program Kopdes MerahPutih sangat luas dan menyentuh langsung berbagai aspek kehidupanekonomi desa. Pemerintah tidak menempatkan evaluasi sebagai responsatas persoalan semata, melainkan sebagai instrumen manajemen modern yang memungkinkan setiap kelemahan terdeteksi lebih awal untuk segeradiperbaiki. Dengan demikian, proses pembenahan dapat dilakukan secarasistematis tanpa mengganggu tujuan besar pembangunan ekonomi desa.Ferry juga menekankan bahwa pemerintah akan terus menyelaraskankoordinasi lintas lembaga agar evaluasi yang dilakukan menghasilkanlangkah perbaikan konkret. Kolaborasi antara kementerian, pengelola koperasi, dan masyarakat diyakini menjadi kunci agar setiap temuanlapangan dapat segera ditindaklanjuti secara efektif. Pendekatan inimencerminkan keseriusan pemerintah membangun tata kelola koperasiyang terbuka dan responsif.Di sisi lain, penguatan evaluasi juga tampak dari keterlibatan berbagaiinstitusi pendukung. Badan Pengawas Obat dan Makanan melalui Kepala BPOM, Taruna Ikrar, mempertegas peran pengawasan distribusi obat danpangan dalam ekosistem Kopdes Merah Putih. Kehadiran BPOM memperlihatkan bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada aspekkelembagaan koperasi, tetapi juga memastikan kualitas layanan dankeamanan produk yang sampai kepada masyarakat desa.BPOM menyiapkan sistem pengawasan yang menjangkau hingga level desa, termasuk melalui pelibatan puluhan ribu kader terlatih. Langkah inimenjadi bukti bahwa evaluasi program dilakukan secara terintegrasidengan penguatan kapasitas pengawasan di lapangan. Pemerintahmemahami bahwa keberlanjutan koperasi tidak dapat dilepaskan dariterjaminnya standar mutu, keamanan, dan keandalan distribusi produk.Kepala BPOM menilai pengawasan distribusi obat dan pangan di koperasidesa membutuhkan mekanisme yang presisi karena cakupan wilayahyang luas menuntut sistem kendali yang kuat. Oleh sebab itu, pemerintahterus merancang skema baru agar distribusi tetap terkendali sekaligusmenjangkau masyarakat secara merata. Upaya ini memperlihatkanorientasi evaluasi yang tidak berhenti pada identifikasi masalah, melainkan diarahkan pada inovasi kebijakan.Pandangan mengenai pentingnya evaluasi berkala juga diperkuat ekonom CORE Indonesia, Dipo Satria Ramli. Ia menilai bahwa pengawasanberlapis sangat diperlukan mengingat fungsi Kopdes Merah Putihmencakup aspek komersial, sosial, hingga layanan distribusi strategis. Menurutnya, pembagian peran pengawasan lintas lembaga akanmemperkuat akuntabilitas sekaligus meminimalkan potensipenyimpangan.Dipo menekankan pentingnya audit independen secara berkala sebagaiinstrumen untuk mendeteksi potensi moral hazard sejak dini. Ia jugamemandang bahwa tata kelola internal yang kuat harus ditopang olehrekrutmen pengelola profesional yang tetap berbasis komunitas lokal. Keterlibatan warga desa dinilai penting untuk menumbuhkan rasa memilikisehingga keberlanjutan koperasi terjaga secara alamiah.Pandangan Dipo sejalan dengan arah kebijakan pemerintah yang menempatkan evaluasi sebagai fondasi penguatan kelembagaan. Pemerintah memahami bahwa keberhasilan program tidak cukup diukurdari jumlah koperasi yang terbentuk, tetapi dari kualitas operasional, efektivitas layanan, dan dampak nyata terhadap kesejahteraanmasyarakat.Koperasi Desa Merah Putih diproyeksikan menjadi simpul distribusi hasilpertanian, penyalur barang strategis, penyedia layanan keuangan, hinggapenggerak aktivitas ekonomi produktif di tingkat akar rumput. Denganperan sebesar itu, evaluasi berkala menjadi syarat mutlak agar setiapfungsi berjalan optimal.Melalui keterbukaan terhadap masukan, sinergi lintas lembaga, sertapenguatan pengawasan berjenjang, pemerintah menunjukkan keseriusanmenjaga keberlanjutan program ini. Evaluasi yang konsisten bukanlahtanda kelemahan, melainkan bukti hadirnya tata kelola modern yang mengedepankan perbaikan berkelanjutan demi memastikan KopdesMerah Putih benar-benar menjadi motor penggerak pemberdayaanekonomi desa di masa depan.*) Pengamat Ekonomi Desa
- Advertisement -

Baca berita yang ini