Alhamdulillah, Jumlah Pasien Covid19 Terus Turun dan yang Sembuh Makin Banyak

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Penanganan kasus Covid19 di Indonesia terlihat menggembirakan. Berdasarkan grafik yang diunggah laman resmi www.covid19.go.id terlihat penambahannya cenderung turun dan jumlah orang yang sembuh semakin lebih banyak dari yang positif.

Puncak penambahan angka positif terjadi pada 30 Januari 2021 dengan jumlah pasien baru sebanyak 14.518 orang. Setelah itu penambahannya cenderung turun sampai 1 Maret 2021 tinggal 6.680 kasus baru.

Perkembangan menggembirakan lainnya adalah sejak 30 Januari hingga 1 Maret 2021, jumlah pasien yang sembuh lebih banyak dari pasien baru.

Pada 1 Maret 2021 angka pasien sembuh jika dibandingkan dengan angka terkonfirmasi sudah sebesar 85,9 persen atau 86 persen. Angka ini juga terus meningkat dari awal tahun ini.

Tren jumlah angka kasus sembuh lebih banyak dari pasien baru dalam data www.covid19.go.id dimulai pada 2 Februari 2021. Saat itu, penambahan angka sembuh 12.848 orang, sedangkan pasien baru 10.379 orang.

Sejak tanggal itu terjadi sekitar 14 kali tren penambahan angka sembuh lebih banyak dari pasien baru. Terakhir 1 Maret 2021 dengan angka sembuh 9.212 orang, sedangkan pasien baru hanya bertambah 6.680 orang.

Hal menggembirakan lainnya adalah angka kesembuhan itu paling banyak disumbang daerah-daerah zona merah seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.

Pada 1 Maret 2021, pasien sembuh harian tertinggi disumbang DKI Jakarta sebanyak 3.620 orang, diikuti Jawa Barat 1.692 orang, Jawa Tengah menambahkan 893 orang, Kalimantan Timur 501 orang serta Jawa Timur menambahkan 457 orang.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini