Alhamdulilah, Jepang Akan Menyumbangkan 2,800 Konsentrator Oksigen untuk Indonesia

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Pemerintah Jepang berkomitmen membantu Indonesia dalam menangani Covid-19 yang saat ini tengah mengalami lonjakan kasus. Bantuan hibah darurat senilai 5,7 juta USD atau sekitar Rp81,4 miliar akan diberikan pemerintah Jepang untuk Indonesia.

“Jepang akan menyumbangkan 2.800 oxygen concentrator (konsentrator oksigen) kepada Indonesia melalui the United Nations Office for Project Services (UNOPS),” demikian pernyataan Kedutaan Besar Jepang untuk Indonesia, Rabu, 21 Juli 2021.

“Bantuan ini bertujuan untuk mendukung penanganan Covid-19 di Indonesia yang merupakan mitra strategis bagi Jepang,” sambung pernyataan tersebut.

Sebelumnya, pemerintah Jepang telah memberikan vaksin Covid-19 sebanyak 2,16 juta dosis kepada Indonesia. Dalam keterangannya, pemerintah Negeri Sakura berharap bantuan ini dapat menekan laju penyebaran virus yang telah menelan lebih dari 4 juta jiwa di dunia itu.

“Vaksin hibah dari Jepang diharapkan dapat berkontribusi pada pencegahan penyebaran penularan COVID-19 di Indonesia. Jepang bertekad untuk terus bekerjasama dengan negara lain dan organisasi internasional terkait, dalam memberikan berbagai bantuan agar pandemi COVID-19 bisa berakhir sesegera mungkin,” tuturnya.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi mengungkapkan bahwa pemerintah Indonesia telah mengamankan lebih dari 100 juta vaksin Covid-19 berkat kerja sama dengan negara-negara lain di dunia.

“Indonesia telah mengamankan dan menerima 119,735,200 dosis vaksin, baik dari kerja sama bilateral maupun multilateral,” kata Menlu Retno Marsudi dalam konferensi pers yang digelar secara virtual.

Indonesia juga menerima 8,236,800 dosis vaksin AstraZeneca dalam skema COVAX. Sebagai informasi COVAX merupakan skema pengembangan virus yang digalang oleh Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk diberikan kepada negara berpenghasilan rendah dan miskin di dunia.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini