Aksi Qodari Bentuk Komunitas Jokpro 2024 Adalah Aspirasi Rakyat Biasa

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Aksi Muhammad Qodari membentuk Komunitas Jokowi-Prabowo (Jokpro) untuk pemilihan presiden 2024 harus dilihat sebagai aspirasi rakyat.

“Soal Jokpro itu, tak perlu istana tanggapi dan tak perlu kt tanggapi berlebihan. Biarkan itu sbg sebuah aspirasi masyarakat yg pada ujungnya akan mati jika mmg ternyata rakyat tak menghendaki. Tak ada yg salah disana, silahkan menolak yg tak setuju,” ujar eks politisi Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean dalam pernyataannya, Minggu 20 Juni 2021.

Dia membenarkan konstitusi menyatakan masa jabatan presiden dan wakil presiden hanya boleh dua periode.

Ferdinand sendiri mengaku diundang dalam deklarasi Komunitas Jokpro 2024, namun dia tidak menghadirinya karena alasan pribadi. Waktu itu, Ferdinand diundang Ketua Jokpro, Baron.

Namun, kita tidak perlu mencela Muhammad Qodari yang mengaku sebagai penggagasnya karena itu adalah aspirasinya.

Ferdinand juga menilai yang dilakukan Qodari adalah hal biasa sebagai bentuk penyaluran aspirasi masyarakat.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini