Aksi Qodari Bentuk Komunitas Jokpro 2024 Adalah Aspirasi Rakyat Biasa

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Aksi Muhammad Qodari membentuk Komunitas Jokowi-Prabowo (Jokpro) untuk pemilihan presiden 2024 harus dilihat sebagai aspirasi rakyat.

“Soal Jokpro itu, tak perlu istana tanggapi dan tak perlu kt tanggapi berlebihan. Biarkan itu sbg sebuah aspirasi masyarakat yg pada ujungnya akan mati jika mmg ternyata rakyat tak menghendaki. Tak ada yg salah disana, silahkan menolak yg tak setuju,” ujar eks politisi Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean dalam pernyataannya, Minggu 20 Juni 2021.

Dia membenarkan konstitusi menyatakan masa jabatan presiden dan wakil presiden hanya boleh dua periode.

Ferdinand sendiri mengaku diundang dalam deklarasi Komunitas Jokpro 2024, namun dia tidak menghadirinya karena alasan pribadi. Waktu itu, Ferdinand diundang Ketua Jokpro, Baron.

Namun, kita tidak perlu mencela Muhammad Qodari yang mengaku sebagai penggagasnya karena itu adalah aspirasinya.

Ferdinand juga menilai yang dilakukan Qodari adalah hal biasa sebagai bentuk penyaluran aspirasi masyarakat.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini