Akibat Gempa, 5 Kota di Sulut dan 3 Kota di Malut Ini Terancam Tsunami

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Akibat gempa berkekuatan Magnitudo 7,1 yang mengguncang Sulawesi Utara (Sulut) dan Maluku Utara (Malut), BMKG segera mengeluarkan peringatan potensi terjadinya tsunami.

Pasca gempa tersebut, setidaknya ada 5 kota di Sulut dan 3 di Malut yang rawan terdampak tsunami. Lima kota di Sulut adalah Kota Bitung, Minahasa Selatan, Minahasa Utara, Minahasa, dan Bolaangmongondow.

Kota Bitung adalah satu-satunya yang mendapatkan peringatan siaga tsunami dari BMKG. Artinya, Bitung berpotensi diterpa tsunami dengan ketinggian hingga 3 meter.

Sedangkan 4 kota lainnya mendapat peringatan waspada tsunami. Peringatan ini menunjukkan empat kota itu berpotensi diterpa tsunami dengan ketinggian maksimal 0,5 meter.

Selain kelima kota tersebut, gelombang tsunami juga diprediksi akan menerpa tiga kota di Maluku Utara. Ketiga kota yang mendapat peringatan waspada tsunami tersebut adalah Halmahera, Kota Ternate, dan Kota Tidore.

Gempa terjadi sekitar pukul 23.08 WIT atau 22.08 WIB. Pusat gempa berada di 133 kilometer barat daya dari Ternate, Maluku Utara. Pusat gempa berada di kedalaman 36 kilometer dari permukaan air laut.

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih Tumbuh dari Kebutuhan Warga

Oleh: Yusuf Rinaldi*Pembangunan ekonomi desa terus menjadi prioritas pemerintah sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan. Pemerintahmemastikan petani memperoleh pupuk tepat waktu, ibu rumah tangga menikmatiharga sembako yang terjangkau, pelaku usaha mikro memiliki akses pasar yang lebih luas, serta masyarakat desa semakin mudah menjangkau layanan keuangan. Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, komitmen tersebutdiwujudkan melalui penguatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan yang mampu meningkatkankesejahteraan, memperkuat kemandirian desa, dan mendorong pemerataanpembangunan sesuai potensi masing-masing wilayah.Keseriusan itu tampak jelas sejak awal. Dalam rapat terbatas bersama...
- Advertisement -

Baca berita yang ini