Ada Urusan Kenegaraan, Jokowi Dipastikan Gak Hadir di MK Besok

Baca Juga

MINEWS.ID, JAKARTA – Presiden Jokowi dipastikan tidak akan hadir di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK) untuk mengikuti pengumuman hasil sengketa pemilihan presiden (pilpres) 2019, besok 27 Juni 2019.

“Pak Jokowi ada acara kenegaraan, nggak bisa hadir. Pak kiai (Ma’ruf) juga tidak hadir,” kata Direktur Hukum dan Advokasi Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf, Ade Irfan Pulungan, Rabu 26 Juni 2019.

Irfan mengatakan Jokowi-Ma’ruf selaku pihak terkait dalam sidang PHPU Pilpres 2019 akan diwakili tim kuasa hukum serta para sekjen partai pendukung.

Namun seluruh anggota TKN kemungkinan besar akan menghadiri acara yang dijadwalkan mulai sekitar pukul 12.30 WIB.

Sementara urusan unjuk rasa di depan Gedung MK, TKN Jokowi-Ma’ruf menyerahkan sepenuhnya ke aparat keamanan dan penegak hukum.

TKN yakin mereka sanggup mengantisipasi segala hal yang mungkin timbul karena aksi massa tersebut.

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini