Tiga Kali Kalah Pilpres, Kini Prabowo Jadi Menteri Pertahanan

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Prabowo Subianto sah ditetapkan sebagai Menteri Pertahaan Republik Indonesia. Prabowo dilantik oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Rabu 23 Oktober 2019. Ketua Umum Partai Gerindra ini sah bergabung dalam Kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024.

Alasan Jokowi memilih rivalnya di Pilpres tahun 2014 dan 2019 menjadi Menetri Pertahanan RI yaitu ingin membangun sebuah demokrasi gotong-royong. “Kita ini pengin membangun sebuah demokrasi gotong royong”, kata Jokowi saat berbincang dengan wartawan di Istana Merdeka, Jakarta,

Presiden Jokowi menjelaskan, di Indonesia tidak ada yang namanya oposisi seperti negara lain. Demokrasi Indonesia adalah demokrasi gotong-royong. Oleh karena itu, Jokowi tidak keberatan rivalnya tersebut masuk kedalam kabinet. “Kalau itu baik untuk negara, baik untuk bangsa, kenapa tidak?” ungkapnya.

Sebelumnya, pada tahun 2009, Prabowo mencalonkan diri menjadi wakil presiden dari Megawati Soekarnoputri. Namun, Prabowo kalah dari pasangan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)-Boediono. Lalu di tahun 2014, Prabowo kembali mencalonkan sebagai calon Presiden bersama Hatta Rajasa. Kali ini Prabowo kalah dari Jokowi-Jusuf Kalla.

Atas permintaan pendukungnya, Prabowo kembali mencalonkan diri menjadi presiden di tahun 2019 bersama Sandiaga Uno. Namun, Prabowo kembali kalah dari Jokowi–Ma’ruf Amin.

Hingga akhirnya Prabowo menerima tawaran Jokowi menjadi Menteri Pertahanan Republik Indonesia masa periode 2019-2024.

Reporter: Fatahilah Aji Putera

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

CKG dan Strategi Membangun Lingkungan Belajar yang Lebih Sehat

Oleh : Ricky RinaldiKualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kurikulum dan fasilitas belajar, tetapijuga oleh kondisi kesehatan peserta didik. Lingkungan belajar yang sehat menjadifondasi penting dalam mendukung proses pendidikan yang optimal. Anak-anak yang memiliki kondisi kesehatan baik akan lebih mampu berkonsentrasi, mengikuti proses pembelajaran, dan mengembangkan potensi diri secara maksimal. Dalam kontekstersebut, program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi bagian penting dari strategi pemerintah untuk membangun lingkungan belajar yang lebih sehat dan berkualitas.Selama ini, persoalan kesehatan anak usia sekolah sering kali kurang terdeteksisejak dini. Gangguan kesehatan seperti anemia, masalah gizi, gangguanpenglihatan, hingga penyakit tertentu dapat memengaruhi kemampuan belajarsiswa. Ketika kondisi kesehatan tidak tertangani dengan baik, dampaknya tidakhanya dirasakan secara fisik, tetapi juga pada kualitas pendidikan secarakeseluruhan. Oleh karena itu, pendekatan preventif melalui pemeriksaan kesehatanberkala menjadi sangat penting.Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa pembangunansumber daya manusia harus dilakukan secara menyeluruh, termasuk melaluipenguatan kesehatan anak-anak usia sekolah. Pendidikan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini