Terlahir Tajir, Inilah Perjalanan Hidup dan Karir Bob Sadino

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Siapa yang tidak kenal Bob Sadino? Pengusaha sukses yang dikenal dengan pribadi ulet dan tekun dalam berbisnis. Ia pernah kuliah di Fakultas Hukum Universitas Indonesia, meskipun ia tidak menyelesaikannya hanya karena alasan bosan dengan pola perkuliahan.

Pria dengan nama asli  Bambang Mustari Sadino ini tidak terlahir melalui keluarga yang serba kekurangan. Masa kecilnya Sadino hidup berkecukupan serta memiliki pergaulan yang baik karena ayahnya seorang amtenaar atau pegawai negeri pada zaman Hindia Belanda.

Dalam perjalanan belajar, Sadino termasuk yang beruntung karena jabatan keluarganya membuat dirinya dengan mudah mendapatkan pembelajaran dari sekolah formal.

Setelah memutuskan keluar dari Universitas Indonesia, ia diterima bekerja di PT Unilever selama beberapa tahun. Setelah itu, ia mencari tantangan baru dengan bekerja di Jakarta Lyod salah satu perusahaan pelayaran di Indonesia.

Dari sini ia sering berlayar ke luar negeri, khususnya Jerman dan Belanda. tak heran Bob Sadino fasih menguasai bahasa Inggris, Jerman, dan Belanda. pergaulannya di luar negeri semakin luas, gajinya pun lebih dari cukup untuk kebutuhannya selama di Eropa.

“…Kamu bangun pagi, mandi, pamit kerja pakai seragam, kaki dibungkus sepatu, berangkat pagi pulang sore bayaran engga seberapa. Kerja apa dikerjain?” – Bob Sadino

Sembilan tahun hidup enak dan tinggal di Eropa tidak menjadi sesuatu yang membahagiakan Bob Sadino. Ia sangat menghargai arti kebebasan tanpa ikatan dan terikat dengan birokrasi. Dengan ini, Sadino memutuskan untuk berhenti bekerja sekaligus meninggalkan semua fasilitas yang ia miliki.

Pada 1967 ia bersama keluarganya memutuskan untuk kembali ke Indonesia untuk mencari tantangan baru dalam berkehidupan.

Dari luar negeri ia membawa dua buat mobil Mercedes miliknya ke Indonesia. Salah satunya dijual untuk modal usaha, sementara yang satunya lagi digunakan sebagai sopir taksi gelap.

Sebagai seorang yang memiliki banyak pengalaman. Bob Sadino sangat bisa melihat peluang usaha. Kemanapun dia pergi dan terdampar, di sana ia dapat hidup dan tumbuh.

“Saya tidak mau pengalaman dan pengetahuan yang saya miliki, terkubur bersama tubuh saya ketika mati kelak.” – Bob Sadino

Ia melihat perbedaan  bahwa telur ayam lokal sangat kecil dibandingkan dengan telur ayam di luar negeri. Ia melihat di pasaran masih belum kenal dengan telur ayam negeri, ia melihat peluang untuk memasarkannya di tempat tinggalnya.

Ia belajar secara mandiri untuk mengembangbiakkannya berbekal petunjuk dari majalah peternakan dan perkebunan yang berbahasa Belanda. berkat idenya, Ia menjadi orang yang pertama kali memperkenalkan telur ayam negeri di Indonesia.

Telur ayamnya banyak disukai karena ukurannya lebih besar dibanding telur ayam kampung. Sehari ia mampu menjual puluhan kilogram telur berkat keuletan dan ketekunannya dalam melayani pelanggan.

Dari sana, ia juga mengembangkan bisnis sayur mayur segar. Ia membawa dan memperkenalkan sayur segar dari luar negeri yang belum tersedia di pasar Indonesia. Ia menjadi orang yang memperkenalkan jagung manis, brokoli serta melon yang kala itu masih belum dikenal masyarakat Indonesia.

Usahanya tumbuh sangat pesat sampai dirinya mendirikan PT Kem Farm yang produk sayur-sayurnya bisa masuk pasar ekspor ke Jepang. Perusahaannya juga merambah ke bisnis daging olahan berstandar MUI dan bermutu tinggi.

“Orang goblok itu ga banyak mikir yang penting melangkah, orang pintar kebanyakan mikir akibatnya tidak pernah melangkah.” – Bob Sadino

Dari agribisnis ia juga melebarkan usahanya ke sektor properti melalui hunian apartemen The Mansion, yang ia dirikan sendiri. Melalui ini ia dikenal memiliki bisnis yang cukup banyak dan dikenal sebagai seorang konglomerat.

Tanpa memiliki riwayat kuliah peternakan, perkebunan, ataupun ekonomi bisnis, tapi Bob Sadino membuktikan bahwa dirinya bisa dan mampu dalam berkarya, bahkan melebihi mereka yang menempuh bangku kuliah.

Setelah sukses, dalam kesehariannya ia tetap menjadi pribadi yang ramah dan rendah hati. Ia sering berbagi dan mengisi seminar untuk memotivasi dan sekedar mengajari cara berusaha. (Maropindra Bagas)

2 KOMENTAR

  1. Sip…berita-berita seperti ini, yg orang- orang pandai Indonesia, tunggu. Motivasi dari orang-orang sukses yg bisa ditiru dan diteladani. Bukan teladan dari berita-berita negatif. Perbanyak, kisah orang2 sukses.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG dan Komitmen Pemerintah dalam Transparansi Anggaran Jaminan Gizi Berkualitas

Oleh: Dhita Karuniawati )* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah terus diperkuat dari sisitata kelola anggaran agar pelaksanaannya berjalan transparan, akuntabel, dan tepatsasaran. Pemerintah menegaskan bahwa setiap komponen pembiayaan dalamprogram ini telah diatur secara ketat dan harus mengikuti standar yang telah ditetapkan. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa manfaat program benar-benar dirasakanoleh masyarakat, terutama anak-anak sebagai penerima utama program. Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai lembaga yang bertanggung jawab dalampelaksanaan MBG menegaskan bahwa anggaran untuk bahan makanan dalamprogram tersebut telah ditentukan secara jelas. Besaran anggaran tersebut beradapada kisaran Rp8.000 hingga Rp10.000 per porsi makanan, bukan Rp15.000 sepertiyang sempat beredar di masyarakat. Kebijakan ini ditetapkan agar penyedia makanandapat memenuhi kebutuhan gizi yang seimbang bagi para penerima manfaat tanpamengabaikan prinsip efisiensi anggaran negara. Wakil Kepala Badan Bidang Komunikasi dan Investigasi BGN, Nanik S. Deyang, mengatakan bahwa angka Rp13.000–Rp15.000 yang muncul di beberapa sumber tidakmurni untuk bahan makanan, melainkan sudah termasuk biaya operasional, insentifmitra pelaksana, serta kebutuhan pendukung lain. BGN menegaskan bahwa semua penerima manfaat tetap akan memperoleh makananyang bergizi dan aman dikonsumsi. Setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) wajib mengawasi kualitas bahan makanan, memastikan menu sesuai standar gizi yang ditetapkan. Nanik mengatakan Program MBG tetap memperhatikan kelompok prioritas seperti ibuhamil, ibu menyusui, dan balita usia 6–59 bulan. Kualitas makanan menjadi prioritasutama agar tujuan gizi masyarakat tercapai secara optimal. Masyarakat juga diberikan ruang untuk melaporkan dugaan penyimpangan dalam menu MBG. BGN memastikan setiap laporan akan ditindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku, demi menjaga transparansi dan akuntabilitas program. Dengan penegasan ini, BGN berharap publik memahami bahwa anggaran untuk bahanmakanan MBG tetap sesuai aturan Rp8.000–Rp10.000, dan setiap penerima manfaattetap memperoleh makanan bergizi tanpa mengurangi kualitas. Selain pengaturan standar anggaran, pemerintah juga memperkuat aspek transparansimelalui pengembangan sistem pelaporan keuangan yang terintegrasi. Upaya inidilakukan untuk memastikan bahwa seluruh proses pengelolaan dana dalam program MBG dapat dipantau dan diaudit dengan lebih mudah. Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) bersama Kementerian Keuangan(Kemenkeu) meluncurkan E-Learning Penyusunan Laporan Keuangan pada SatuanPelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta Aplikasi Pelaporan Keuangan SPPG. Hal itusesuai dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang perbendaharaan negaradan peraturan menteri keuangan nomor 168/ PMK.05/ 2015 sttd. PMK 173/PMK.05/2016 dan PMK...
- Advertisement -

Baca berita yang ini