Meninggal di Usia 70 Tahun, Ini 4 Fakta Menarik Dian Al Mahri Pendiri Masjid Kubah Emas

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Pendiri Masjid Kubah Emas, Dian Al Mahri dikabarkan meninggal dunia pada Jumat, 29 Maret 2019 sekitar pukul 02.30 WIB. Pemilik nama asli Hj Dian Djuriah Rais tersebut berpulang di usianya yang ke 70 tahun.

Sebelum meninggal, nama Dian Al Mahri sendiri mencuat setelah membangun Masjid Kubah Emas yang sangat mewah di Kota Depok, Jawa Barat. Masjid luas nan megah dengan arsitektur indah tersebut sukses mencuri perhatian masyarakat sekitar tahun 2006. Apalagi setelah diklaim sebagai masjid termegah se-Asia Tenggara.

Kala itu, banyak yang penasaran dengan sosok Dian Al Mahri. Siapa sebenarnya ia hingga mampu mendirikan sebuah masjid super megah seperti itu.

Dan untuk mengetahui lebih jauh sosok Dian Al Mahri, berikut kami ungkap beberapa fakta menarik tentang almarhumah.

Dimakamkan di mana?

Setelah meninggal dunia, jenazah Dian Al Mahri akan dimakamkan hari ini juga, Jumat, 29 Maret 2019 di Kompleks Masjid Kubah Emas, Cinere, Depok.

Siapa sebenarnya Dian Al Mahri?

Hj Dian Djuriah Rais ternyata merupakan pengusaha asal Banten. Menurut informasi yang dihimpun dari sejumlah sumber, Dian memiliki usaha kilang minyak di beberapa negara Asia dan Timur Tengah, seperti Brunei Darussalam.

Awalnya, ia membeli tanah hanya untuk investasi. Namun ternyata, tanah yang ia beli mengandung minyak bumi hingga pada akhirnya Dian mendapatkan penghasilan dari minyak bumi yang mengalir deras di lahan miliknya.

Konon keuntungannya mencapai Rp 400.000.000 per hari dan ia menyumbangkan hartanya sebesar 50 % untuk membangun Masjid Kubah Emas Depok atau Masjid Dian Al Mahri ini.

Dikenal dermawan

Menurut informasi, Dian dikenal sangat dermawan. Salah satu bukti kedermawanannya adalah jalan raya Meruyung yang diperbaiki dan dicor oleh Dian karena banyaknya bus-bus yang lewat terutama pada hari libur. Bus-bus yang membawa rombongan banyak orang itu datang dari berbagai daerah di Indonesia untuk mengunjungi Masjid Kubah Emas Depok.

Misteri rumah Dian Al Mahri

Selain masjid, kemegahan rumah Dian Al Mahri juga sempat jadi sorotan publik. Rumah super megah itu berada satu kompleks dengan Masjid Kubah Emas Depok. Bangunan ini selalu dijaga ketat oleh petugas. Namun kabarnya, Dian Al Mahri jarang mendiami rumahnya tersebut lantaran lebih sering ke luar negeri untuk mengurus bisnis-bisnisnya.

Berita Terbaru

Pemerintah Optimalkan Sekolah Rakyat untuk Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Oleh: Yoga Pradana SantosoPemerintah terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasionalmelalui percepatan dan optimalisasi program Sekolah Rakyat yang kini menunjukkan progressignifikan di berbagai daerah, sekaligus menjadi bukti bahwa pemerataan akses pendidikan tidaklagi sebatas wacana, melainkan telah dijalankan secara konkret dan terukur sebagai bagian dariagenda pembangunan sumber daya manusia. Dalam satu tahun terakhir, pemerintah jugamencatat berbagai keberhasilan penting, mulai dari percepatan pembangunan infrastrukturpendidikan, peningkatan akses belajar di wilayah tertinggal, hingga penguatan kolaborasi lintaskementerian yang berdampak langsung pada masyarakat, sehingga kehadiran Sekolah Rakyat menjadi simbol nyata investasi jangka panjang negara dalam menciptakan generasi yang lebihberkualitas dan berdaya saing.Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari mengungkapkan bahwa pembangunan SekolahRakyat tahap kedua terus berjalan dengan progres yang menggembirakan meskipun dihadapkanpada sejumlah tantangan di lapangan, terutama terkait kesiapan lahan dan akses menuju lokasipembangunan, sementara peran Direktur Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PekerjaanUmum Bisma Staniarto dinilai sangat krusial dalam menjaga ritme pembangunan agar tetapsesuai dengan target yang telah ditetapkan pemerintah. Ia menilai koordinasi teknis yang dilakukan secara konsisten menjadi faktor kunci dalam memastikan setiap hambatan dapatdiatasi secara terukur sehingga proyek tidak berjalan parsial, melainkan terintegrasi dari pusathingga daerah.Lebih lanjut, pembangunan Sekolah Rakyat tahap kedua tidak hanya berfokus pada penyelesaianfisik bangunan, tetapi juga memastikan kesiapan operasional agar sekolah dapat langsungdigunakan pada tahun ajaran baru 2026/2027, sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan olehmasyarakat. Berdasarkan data terbaru, dari total 104 lokasi pembangunan, sebanyak 101 lokasitelah memasuki tahap konstruksi dan seluruhnya ditargetkan rampung pada 20 Juni 2026, sebuahcapaian yang menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menjadikan sektor pendidikan sebagaiprioritas utama pembangunan nasional.Dalam upaya memastikan target tersebut tercapai, Muhammad Qodari menegaskan bahwaKantor Staf Presiden bersama Ditjen Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum terusmelakukan langkah konkret melalui rapat koordinasi intensif yang melibatkan berbagai pihak, termasuk BUMN karya dan penyedia jasa konstruksi, sehingga setiap persoalan yang muncul, baik terkait teknis, logistik, maupun kesiapan lahan, dapat dipetakan secara komprehensif danditangani dengan solusi yang jelas dan terukur.Koordinasi tersebut kemudian diperluas dengan melibatkan Kementerian Sosial, KementerianDalam Negeri, Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan, serta Zeni TNI Angkatan Darat, yang dinilai mampu mempercepat penyelesaian berbagai hambatan strategis di lapangan, termasukpembangunan akses jalan dan penuntasan persoalan lahan di sejumlah wilayah, di mana sinergilintas sektor ini menjadi kunci dalam mempercepat realisasi program secara menyeluruh danmemastikan tidak ada kendala yang berlarut-larut.Hasil dari upaya percepatan tersebut mulai terlihat di sejumlah wilayah dengan progrespembangunan yang cukup signifikan, seperti di Kalimantan Selatan yang mencapai 30,85 persen, Sulawesi Selatan sebesar 30,22 persen, serta Jawa Barat sebesar 28,07 persen, meskipunpemerintah tetap memberikan perhatian khusus pada beberapa lokasi dengan progres yang masihrendah melalui intervensi yang lebih intensif agar target penyelesaian secara keseluruhan tidakterganggu.Program Sekolah Rakyat sendiri merupakan inisiatif pemerintah untuk memperluas aksespendidikan bagi masyarakat, khususnya di wilayah yang terdampak bencana maupun daerahdengan keterbatasan infrastruktur pendidikan, sehingga anak-anak dari keluarga prasejahteratetap dapat memperoleh pendidikan formal yang layak. Program ini dirancang sebagai investasijangka panjang dengan target penyelesaian yang terukur agar dapat segera dimanfaatkan, sekaligus menjadi bagian dari upaya negara dalam menjamin hak pendidikan bagi seluruh wargatanpa terkecuali.Sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah juga mempercepat penambahanprogram Sekolah Rakyat yang ditargetkan mulai beroperasi pada April 2026, di...
- Advertisement -

Baca berita yang ini