Meneladani Sifat Super Dermawan Utsman bin Affan

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Siapa yang tak kenal Utsman bin Affan? Sahabat Nabi Muhammad SAW yang merupakan khalifah ketiga dalam Khulafaur Rasyidin ini dikenal sebagai pedagang kaya raya yang dermawan.

Ia tak pernah ragu untuk memberi sedekah dari seluruh barang dagangannya dan makanan kepada seluruh fakir miskin dan penduduk Madinah yang membutuhkan.

Sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang paling tinggi rasa malunya ini, mampu mengeluarkan hartanya tanpa merasa kehilangan demi membantu orang-orang yang miskin dan kelaparan. Kisahnya yang paling diingat pembebasan Sumur Raumah.

Dikisahkan, sumur Raumah merupakan salah satu peninggalan sejarah masa Khalifah Utsman bin Affan. Sumber mata airnya berada tepat di sebelah Masjid Qiblatain, Madinah, Arab Saudi.

Kala itu, Madinah sedang mengalami masa paceklik. Hal ini membuat masyarakat kesulitan mendapatkan air bersih untuk minum dan berwudhu. Sumur yang sebelumnya milik seorang Yahudi ini, dimanfaatkan pemiliknya untuk memperjualbelikan air dari sumur Raumah.

Mendengar itu, Utsman bin Affan ingin membebaskan sumur Raumah dari pemiliknya. Ia membeli sumur tersebut dengan harga yang tinggi. Namun, pemilik sumur enggan menjualnya, sampai akhirnya Utsman menawarkan kesepakatan lain dimana ia membeli setengah dari sumur itu. Pemilik sumur menerimanya dan menganggap akan mendapat untung dua kali lipat.

Akhirnya, kesepakatan didapat dengan aturan kepemilikan sumur secara bergantian. Satu hari dimiliki Utsman dan satu hari berikutnya oleh Yahudi.

Saat tiba giliran Utsman, ia meminta seluruh penduduk Madinah untuk mengambil air secara gratis dari Raumah dan mengambil dengan ukuran yang mencukupi kebutuhan hingga dua hari. Hal itu dilakukan agar masyarakat tak perlu membeli air keesokannya pada Yahudi karena akan berganti pemilik.

Akhirnya, Yahudi tersebut meminta Utsman untuk membeli separuh lagi sumur miliknya dengan harga yang sama saat pembelian pertama yakni 20.000 dirham.

Sumur Raumah pun menjadi milik Utsman bin Affan sepenuhnya dan diwakafkan untuk kepentingan para penduduk. Subhanallah. (Yurike)

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini