Margaret Thatcher, Perempuan Anggun Bertangan Besi

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Julukan The Iron Lady begitu melekat pada sosok Margaret Thatcher. Perempuan kelahiran Grantham, Inggris, 13 Oktober 1925 ini bahkan masuk dalam jajaran politisi dunia yang paling berpengaruh pada abad ke-20.

Lahir dengan nama lengkap Margaret Hilda Roberts, Thatcher  terpilih menjadi perdana menteri perempuan pertama Inggris pada 1979. Bukan hanya di Inggris, ia juga menasbihkan diri sebagai perempuan pertama yang menduduki posisi prestige tersebut di dunia.

Menariknya, The Iron Lady atau Perempuan Bertangan Besi ini berhasil memenangkan tiga pemilihan berturut-turut dengan jabatan terlama di Inggris sejak 1827. Terjunnya Thatcher ke dunia politik berawal dari keputusannya bergabung dalam Asosiasi Konservatif lokal yang kemudian membawanya pada konferensi di Llandudno, Wales, sebagai perwakilan Asosiasi Konservatif Oxford tahun 1948.

Setelah itu, Thatcher bergabung ke Vermin Club – sebuah organisasi yang dibentuk sebagai respons komentar melecehkan dari politisi Partai Buruh, Aneurin Bevan.

Saat usianya menginjak 25 tahun, Thatcher terpilih menjadi kandidat termuda dan perempuan pertama. Ketika itu Thatcher berniat menduduki kursi kosong yang ditinggalkan Partai Buruh dalam pemilihan 1950 dan 1951 di Dartford. Namun, dalam pemilihan tersebut Thatcher dikalahkan oleh Norman Dodds.

Thatcher kemudian meraih ambisinya untuk menjadi anggota parlemen melalui pemilihan Finchley, pada pemilu 1959. Ia berhasil duduk sebagai anggota Majelis Rendah (House of Commons) Parlemen Inggris.

Sejak saat itu, karir politik Thatcher mulai berkembang. Thatcher sempat dipromosikan menjadi Wakil Sekretaris Parlemen untuk Kementerian Urusan Pensiun dan Asuransi Nasional pada 9 Oktober 1961. Kemudian tahun 1966, Thatcher menjadi anggota tim bayangan Kementerian Keuangan.

Kemenangan Partai Konservatif dalam pemilu 1970, mengubah kedudukan Thatcher menjadi Menteri Pendidikan dan Sains. Selama menjabat, Thatcher mendapat julukan “Thatcher, Milk Snatcher” karena berusaha menghapuskan program susu gratis di sekolah bagi anak usia 7-10 tahun.

Dalam dokumen kabinet Inggris diketahui bahwa Thatcher terpaksa melakukan hal tersebut karena berupaya menghemat anggaran yang dilakukan oleh Kementerian Keuangan.

Pada 1975, Konservatif kembali melakukan pemilihan ketua. Thatcher memenangkan pemilihan ini dan menjadikannya sebagai perempuan pertama yang memimpin partai besar dalam sejarah Inggris modern.

Setelah terpilih, Thatcher kemudian membuat serangkaian kebijakan. Pada bidang ekonomi, ia menghapus sistem industrial tradisional Inggris dan menyerahkan pengelolaan transportasi publik dan perumahan swasta.

Thatcher juga mengurangi pengeluaran di sektor sosial seperti pendidikan, kesehatan publik, maupun perumahan subsidi. Ia juga membatasi pencetakan uang dan secara legal membatasi persatuan dagang. Serangkaian kebijakan ini kemudian dikenal dengan istilah ‘Thatcherism’.

Thatcher juga turut andil dalam kejadian invasi yang dilakukan Argentina ke Kepulauan Falkland atau Malvinas pada April 1982. Ia memutuskan untuk mengirim pasukan militer, yang kemudian menyebabkan pecahnya perang Falkland. Perang tersebut terjadi selama 3 bulan sebelum akhirnya Argentina menyerah pada Inggris.

Setelah memerintah Inggris kurang lebih selama 11 tahun, Thatcher mengumumkan pengunduran dirinya pada 22 November 1990. Jabatannya kemudian digantikan oleh John Major.

Thatcher meninggal dunia pada 8 April 2013 dalam usia 87 tahun akibat penyakit stroke yang dideritanya. Hingga saat ini, Thatcher adalah satu-satunya perdana menteri perempuan di Inggris. Ia juga dikenal sebagai pemimpin Inggris yang paling berpengaruh dalam masa modern di kancah internasional.

Reporter: Sheila Permatasari

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini