Mantan Presiden Prancis Wafat di Usia 94 Tahun

Baca Juga

MATA INDONESIA, INTERNASIONAL – Mantan Presiden Prancis, Valery Giscard d’Estaing wafat di usia 94 tahun di Istana Elysee pada Rabu (2/12). Giscard merupakan arsitek kunci integrasi Eropa awal 1970-an.

Giscard yang lahir di Koblenz, Jerman memimpin Prancis dari tahun 1974 hingga 1981. Sebelumnya, ia sempat dirawat di rumah sakit di Tours, Prancis Bara, di unit kardiologi. Hal ini diungkapkan Radio Europe 1, yang pertama kali mengabarkan kepergiannya.

Selama masa kepresidenannya, Giscard membawa masyarakat Prancis ke arah modernisasi, termasuk mengizinkan perceraian dengan persetujuan bersama, melegalkan aborsi, dan merupakan salah satu arsitek integrasi Eropa.

Giscard terpilih menjadi orang nomor satu di Prancis ketika usianya menginjak 48 tahun. Ia berkuasa setelah periode panjang Gaullist, yakni sebuah prinsip dan kebijakan warisan pimpinan Prancis sebelumnya, Charles de Gaulle yang dicirikan sikap konservatisme, nasionalisme, dan pemerintahan terpusat.

Di bawa pemerintahannya, Giscard berusaha untuk meliberalisasi ekonomi dan sikap sosial. Akan tetapi, ia kalah dalam upaya pemilihan ulangnya dari rivalnya yang merupakan wakil Sosialis, Francois Mitterrand.

Di Eropa, Giscard menjalin hubungan dekat dengan mantan Kanselir Jerman Barat, Helmut Schmidt. Keduanya bersama-sama meletakkan dasar untuk mata uang tunggal Euro dan mendirikan Sistem Moneter Eropa.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini