Kenangan Perpisahan Timtim dari Indonesia, Ini Daftar Gubernur yang Pernah Menjabat

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – 19 Oktober 1999, 21 tahun silam, Timor Timur (Tim-tim) memutuskan pisah dengan Indonesia. Daerah yang semula dijajah Portugis ini membentuk negara sendiri dengan nama Republik Demokratik Timor Leste (RDTL).

Wilayah ini lantas diakui secara internasional sebagai negara dan secara resmi merdeka dari Indonesia pada tanggal 20 Mei 2002.

Dalam perjalanannya saat masih berstatus Provinsi ke-27 dari Indonesia, ada sejumlah tokoh yang pernah menjabat sebagai Gubernur Tim-tim. Salah satunya ada nama Mário Viegas Carrascalão, mertua Sarah Azhari.

1. Arnaldo dos Reis Araújo

Arnaldo dos Reis Araújo lahir di Ainaro, Timor Leste pada 14 Mei 1913. Semasa hidupnya pernah menjabat sebagai Ketua Pemerintahan Sementara Timor Timur (PSTT) dari tahun 1975 hingga 1976.
Kenangan Perpisahan Timtim dari Indonesia, Ini Daftar Gubernur yang Pernah Menjabat
Setelah itu, ia pun ditunjuk Soeharto untuk menjadi Gubernur untuk provinsi yang berjuluk Timor Lorosae ini dari 1976 hingga 1978. Selanjutnya dari tahun 1982 hingga 1987, Arnaldo menjadi anggota DPR RI.

Ia juga dikenal sebagai pendiri dan Ketua Umum Partai Apodeti. Arnaldo kini telah tiada. Ia meninggal di Dili, 24 Januari 1988 pada umur 74 tahun.

2. Guilherme Maria Gonçalves

Guilherme Maria Gonçalves lahir pada tahun 1919. Semasa hidupnya ia pernah menjabat sebagai Ketua DPRD Tim-tim pada tahun 1977.
Kenangan Perpisahan Timtim dari Indonesia, Ini Daftar Gubernur yang Pernah Menjabat
Di tahun yang sama, ia langsung ditunjuk menjadi Gubernur Timor Timur hingga tahun 1982. Guilherme wafat di Portugal pada tahun 1999, di usia ke-80 tahun.

3. Mário Viegas Carrascalão

Mário Viegas Carrascalão lahir di Uai-Talibú, Venilale, Baucau pada 12 Mei 1937.
Kenangan Perpisahan Timtim dari Indonesia, Ini Daftar Gubernur yang Pernah Menjabat
Ia menjabat sebagai Gubernur pada tahun 1983 hingga 1992. Ia lalu ditunjuk Soeharto untuk menjadi Duta Besar RI untuk Rumania dari tahun 1993 hingga 1997.

Kemudian dari tahun 1998 hingga 1999, Mário menjadi bagian dari Dewan Pertimbangan Agung (DPA). Ia juga bertindak sebagai penasehat politik presiden B.J. Habibie pada tahun 1999.

Pasca Tim-tim merdeka, Ia kemudian ditunjuk oleh Perdana Menteri Xanana Gusmão kala itu, untuk menempati posisi sebagai Wakil Perdana Menteri II pada tahun 2009. Ayah Sonia Carrascalão ini wafat di Dili, Timor Leste, 19 Mei 2017 pada umur 80 tahun.

4. José Abílio Osório Soares

José Abílio Osório Soares lahir di Manatuto pada 2 Juni 1947. Ia adalah Gubernur terakhir provinsi Tim-tim, sebelum lepas dari Indonesia. Ia memerintah dari tahun 1992 hingga 1999.
Kenangan Perpisahan Timtim dari Indonesia, Ini Daftar Gubernur yang Pernah Menjabat
Semasa hidupnya, ia juga terlibat aktif di dunia politik dan dikenal sebagai pendiri Associação Popular Democrática de Timor (Partai Apodeti) yang memperjuangkan integrasi Tim-tim ke dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Namun perjuangan gagal karena hasil jajak pendapat 30 Agustus 1999, mayoritas masyarakat setempat memilih ‘cerai’ dengan NKRI.

Setelah itu, ia sempat divonis tiga tahun penjara terkait kasus pelanggaran HAM berat pasca-jajak pendapat di Timor Timur pada 1999. Hukumannya hanya dijalani tiga bulan setelah naik banding. Setelah bebas pada 2005, Abilio menghabiskan hidupnya di Kupang hingga wafat pada 17 Juni 2007 akibat kanker usus.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Pemerintah Pastikan Operasional Kopdes Berjalan Optimal

Oleh: Rangga Putra )*Pemerintah memastikan operasional Koperasi Desa/Kelurahan(Kopdes/Kel) Merah Putih berjalan optimal melalui percepatanpembangunan gerai dan penguatan sistem pendukung di berbagaidaerah. Upaya ini menjadi bagian dari strategi besar untuk menjadikankoperasi sebagai tulang punggung ekonomi berbasis desa yang mampumenjawab kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan.Pemerintah melalui Kementerian Koperasi terus mendorong percepatanpembangunan gerai Kopdes Merah Putih, khususnya pada lahan-lahanbaru yang telah disiapkan. Langkah ini dipandang krusial untukmembangun jaringan distribusi yang merata hingga ke tingkat desasekaligus memperkuat akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok.Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menilai percepatan pembangunanakan memberikan dampak signifikan terhadap kesiapan operasionalkoperasi. Ia optimistis progres pembangunan akan menunjukkan capaianyang jelas dalam waktu dekat apabila proses pengerjaan dapat terusdipercepat sesuai rencana yang telah ditetapkan pemerintah.Pemerintah juga memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk PT Agrinas Pangan Nusantara, guna memastikan kesiapanoperasional berjalan menyeluruh. Kolaborasi ini difokuskan padapenguatan sistem distribusi, pengelolaan operasional, serta integrasiekosistem logistik pangan agar mampu menopang aktivitas koperasisecara efektif.Selain aspek pembangunan fisik, pemerintah memberikan perhatianserius terhadap tahapan verifikasi dan validasi sebelum seluruh geraiberoperasi penuh. Standar layanan menjadi prioritas utama agar seluruhunit usaha yang berada di bawah Kopdes, termasuk gerai obat danlayanan klinik, memiliki kualitas yang seragam dan dapat dipercayamasyarakat.Ferry juga menilai pemanfaatan fasilitas command center yang dimilikiAgrinas menjadi langkah strategis dalam memperkuat pengawasan. Sistem ini memungkinkan pemantauan perkembangan proyek secaraterintegrasi sehingga pengambilan keputusan dapat dilakukan secaracepat dan tepat.Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, melaporkan bahwa pembangunan fisik gerai Kopdes Merah Putihterus menunjukkan perkembangan positif. Dari total target nasionalsebanyak 32.660 unit, ribuan gerai telah mencapai tahap penyelesaianpenuh dan sisanya masih dalam proses pembangunan yang berjalansecara bertahap.Joao memproyeksikan sebagian besar gerai akan segera rampung dalamwaktu dekat, dengan target puluhan ribu unit dapat diselesaikan padatahap awal implementasi. Perkembangan ini menunjukkan komitmen kuatpemerintah dan mitra dalam mempercepat realisasi program strategistersebut.Dalam pengelolaannya, Kopdes Merah Putih dirancang mengadopsistandar profesional dengan mengacu pada praktik koperasi di negaramaju. Pendekatan ini menitikberatkan pada digitalisasi sistem sertatransparansi pengelolaan secara terpusat untuk menciptakan efisiensi danakuntabilitas dalam skala nasional.Meski demikian, prinsip dasar koperasi tetap dijaga, terutama dalampenerapan mekanisme keanggotaan yang demokratis. Hal ini memastikanbahwa setiap anggota tetap memiliki peran yang setara dalampengambilan keputusan, sehingga koperasi tidak kehilangan jati dirinyasebagai lembaga ekonomi berbasis partisipasi masyarakat.Di sisi lain, pemerintah juga mempercepat implementasi program denganmemastikan ketersediaan lahan sebagai fondasi utama pembangunankoperasi. Menteri Desa dan Pembangunan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini