Ito Hirobumi, Samurai yang Membatasi Kewenangan Kaisar Jepang

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Takkala Ito Hirobumi menginjakan kaki di Berlin Jerman, ia begitu kagum dengan kota ini.

Hirobumi adalah orang yang mendapat tugas dari Kaisar Jepang untuk meninjau dan belajar ke beberapa negara Eropa. Mengutip buku Takii Kazuhiro dalam Ito Hirobumi: Japan’s First Prime Minister and Father of the Meiji Constituion (2014), pria kelahiran 16 Oktober 1842 itu mendapat tugas dari Kaisar Matsuhito untuk mempelajari modernisasi di negara barat. Bersama rombongannya, Hirobumi tinggal di dua kota di Eropa yaitu Berlin dan Wina selama 1,5 tahun.

Di Berlin, Hirobumi belajar kepada pakar hukum ternama Universitas Berlin Rudolf von Gneist (1816-1895) untuk meminta nasihat terkait pengembangan konstitusi.

Rudolf von Gneist
Rudolf von Gneist

Usai dari Gneist, Hirobumi pergi ke Wina untuk menemui pengamat politik Universitas Wina Lorenz von Stein (1815-1890). Ia terkesima pada pemikiran von Stein. Hirobumi  menyerap banyak gagasan dari pakar politik itu, khususnya terkait pemahaman holistik tentang hukum negara dan pedoman untuk menjalankan negara sesuai konstitusi.

Selain itu, Hirobumi dapat satu masukan penting: sistem parlementer.

Pemikiran von Stein itulah yang menginspirasi restorasi Meiji dan menjadikan Jepang menjadi negara modren di Asia.

Setelah 1,5 tahun tinggal di Eropa, Hirobumi akhirnya pulang ke Jepang. Dengan berpegang pada gagasan von Stein, dia yakin akan meraih kesuksesan dan mengubah Jepang menjadi modren.

Kaisar kemudian menunjuknya menjadi Menteri Dalam Negeri selama 1883-1885. Ia melakukan langkah-langkah diluar dugaan kaisar, transformasi konstitusional. Dia juga berupaya mengubah pengadilan kekaisaran sekaligus melawan musuh politiknya.

Selain itu, meski dekat dengan kaisar, dia justru secara terang-terangan menyerukan pembatasan wewenang kaisar dalam urusan eksekutif.

Langkah Hirobumi ini membuat namanya menjadi populer. Apalagi ketika Kaisar menunjuknya menjadi perdana menteri pada Desember 1885.

Hirobumi mengubah prasyarat jabatan menteri negara. Dari yang semula terbatas pada anggota keluarga kekaisaran atau keturunan bangsawan, kini terbuka bagi setiap warga negara dari kelas sosial apa pun.

Langkah lain yang dilakukan Hirobumi adalah mendirikan Universitas Kekaisaran (kini Universitas Tokyo). Hirobumi ingin mengubah cara belajar tradisional ke modern sekaligus membentuk kembali pola pikir masyarakat.

Universitas Kaisar yang berubah menjadi Universitas Tokyo
Universitas Kaisar yang berubah menjadi Universitas Tokyo

Baginya, penataan pendidikan akan melahirkan generasi elite politik baru yang kemudian akan berperan dalam mengelola dan mendukung sistem politik. Mereka yang berkesempatan kuliah dapat turut bersama menjalankan administrasi negara dan berperan menyebarkan pengetahuan guna menunjang jalannya negara modern.

Tak sampai disitu, sebagai Perdana Menteri, Hirobumi juga mendirikan berbagai lembaga pendidikan, salah satunya ialah Kokka Gakkai sebagai lembaga riset kebijakan.

Nah, saat sistem pendidikan diubah, barulah Hirobumi mengurusi konstitusi. Sejak 1886, dia mulai mendiskusikan hal ini bersama tim kecil bentukannya. Konstitusi Jepang yang baru itu disusun dengan mengacu pada konstitusi Prusia dan gagasan von Stein.

Pada 1888, Ito mendirikan Dewan Penasihat untuk membahas rancangan konstitusi dan hukum rumah tangga kekaisaran. Selain itu, badan ini juga difungsikan sebagai lembaga penasihat untuk kaisar jika ingin terlibat dalam kegiatan politik lebih dalam.

Keluarga Samurai

Ito Hirobumi lahir pada 16 Oktober 1841 di Provinsi Suo. Ayahnya, Ito Juzo adalah seorang anak angkat dari keluarga samurai di Choshu. Besar di keluarga samurai inilah yang membuatnya menjadi seorang samurai. Karena bakatnya, pemimpin Choshu mengirimnya ke Inggris untuk belajar mengenai Ilmu angkatan laut barat.

Ilmu yang ia dapat di Inggris membuatnya yakin bahwa Jepang butuh melakukan modernisasi ala barat. Karena keyakinannya inilah, para samurai Jepang tidak menyukai dan cenderung membenci Hirobumi. Para Samurai Jepang masih ingin menjaga Jepang agar tidak terpengaruh oleh budaya asing.

Kebencian ini semakin menjadi ketika sejumlah samurai Jepang berencana membunuh Hirobumi. Bahkan, para samurai yang tidak suka melancarkan serangan dadakan ke kediaman Hirobumi. Saat itu ia berhasil selamat karena mendapat bantuan dari wanita yang kelak menjadi istrinya untuk bersembunyi di sebuah tempat penyimpanan teh.

Setelah Hirobumi berhasil selamat dari peristiwa tersebut, Ia tumbuh menjadi seorang yang hebat. Ia aktif dalam kegiatan politik, bahkan setelah Restorasi Meiji, Hirobumi sudah bertugas menjadi penasihat muda di berbagai departemen. Pada tahun 1873, Ia menjadi penasihat Kaisar Mutsuhito. Kariernya semakin baik saat kaisar menyuruhnya ke Eropa untuk belajar.

Tewas karena Tembakan Orang Korea

Hirobumi merupakan pemimpin yang luar biasa ambisius dan cerdik. Kebijakan-kebijakannya taktis dan strategis. Ia memperkuat hubungan diplomatik dengan kekuatan Barat, termasuk Amerika, Jerman, dan Inggris.

Kecerdikannya terlihat saat ia mengawasi perang antara Tiongkok dan Jepang pertama. Saat itu berujung pada perundingan penyerahan dinasti Qing yang saat itu berkuasa di Tiongkok dengan syarat-syarat yang sangat menguntungkan pihak Jepang. Salah satunya adalah pembebasan Korea dari sistem upeti kekaisaran Tiongkok.

Dalam upaya memperluas klaim negaranya di Asia, Ia menghindari konflik dengan Rusia. Ia mengeluarkan kebijakan Man-Kan-Kokan. Kebijakan itu berisi penyerahan Manchuria ke wilayah pengaruh Rusia dengan imbalan pengakuan Hegemoni Jepang di Korea. Namun pada 1904-1905 Jepang kembali mencoba untuk merebut wilayah tersebut. Sehingga berujung pada Perang Jepang dan Rusia. Tak ada yang menyangka Jepang berhasil memenangkan peperangan. Kemenangan ini menjadikan Jepang, bangsa Asia yang berhasil mengalahkan bangsa Eropa.

Namun, nasib Hirobumi justru tragis. Pada 26 Oktober 1909, ia tewas setelah mendapat tembakan dari seorang nasionalis dan aktivis Korea An Jung Geun. Saat itu, perang Rusia dan Jepang telah berakhir. Hirobumi tiba di stasiun kereta Harbin untuk bertemu seorang perwakilan Rusia di Manchuria, Vladimir Kokovtsov. Tiba-tiba datang seorang pemuda membawa sebuah pistol. Dor..dor..dor, enam peluru melesat ke dada Hirobumi yang membuat ia tewas seketika.

Reporter: Desmonth Redemptus Flores S

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Taklimat Presiden Tegaskan Diplomasi Energi, Pemerintah Jaga Kedaulatan Pangan dan Stabilitas Harga BBM

Oleh: Arya Satrya WibisonoDi tengah dinamika global yang semakin tidak menentu, pemerintah terus mempertegas arahkebijakan nasional untuk memastikan ketahanan energi dan pangan tetap terjaga. Salah satu buktikonkret dari ketahanan tersebut tercermin pada kebijakan pemerintah yang tetap menjagastabilitas harga bahan bakar minyak (BBM) di tengah gejolak ekonomi global dan fluktuasi hargaenergi dunia. Langkah ini tidak hanya menunjukkan kapasitas negara dalam mengelola sektorenergi secara efektif, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam melindungi daya belimasyarakat serta menjaga stabilitas sektor pangan yang sangat bergantung pada distribusi danbiaya logistik. Dalam konteks ini, kebijakan pengendalian harga BBM menjadi bagian integral dari strategi besar pemerintah untuk meredam dampak krisis global sekaligus memperkuatfondasi kemandirian nasional.Dalam arahannya, Presiden menggarisbawahi bahwa pangan, energi, dan air merupakan tigapilar utama yang menentukan keselamatan suatu bangsa. Pandangan ini, sebagaimanadisampaikannya, telah lama diyakini dan diperjuangkan, bahkan sejalan dengan proyeksi global yang disusun oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam kerangka Sustainable Development Goals. Dengan demikian, langkah pemerintah dalam memperkuat ketahanan di ketiga sektor tersebuttidak hanya berbasis pada kebutuhan domestik, tetapi juga merujuk pada agenda pembangunanglobal yang telah mengantisipasi potensi krisis multidimensi.Taklimat yang disampaikan langsung kepada para menteri, wakil menteri, hingga pejabat eselonI menjadi momentum penting dalam menyatukan persepsi seluruh elemen pemerintahan. Pemerintah ingin memastikan bahwa setiap kebijakan yang dijalankan memiliki arah yang selaras, terutama dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks. Di sektor energi, pemerintah menunjukkan langkah konkret melalui penguatan diplomasi dengannegara-negara sahabat. Presiden mengindikasikan bahwa kunjungan luar negeri yang dilakukannya bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari strategi untukmengamankan pasokan energi nasional, khususnya minyak. Dalam situasi geopolitik yang penuhketidakpastian, pendekatan diplomasi aktif dinilai menjadi instrumen penting untuk menjagastabilitas energi dalam negeri.Diplomasi energi ini mencerminkan kesadaran pemerintah bahwa ketahanan energi tidak dapatsepenuhnya bergantung pada sumber daya domestik. Dibutuhkan jejaring kerja samainternasional yang kuat untuk memastikan keberlanjutan pasokan, sekaligus membuka peluanginvestasi dan transfer teknologi di sektor energi. Kunjungan ke berbagai negara, termasuk di kawasan Asia Timur, menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi Indonesia dalam peta energiglobal.Di tengah gejolak harga energi dunia yang fluktuatif, pemerintah juga dinilai berhasil menjagastabilitas harga bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri. Kebijakan ini mencerminkankeberpihakan pada daya beli masyarakat sekaligus menunjukkan kapasitas negara dalammeredam dampak langsung dari tekanan eksternal. Stabilitas harga BBM menjadi indikatorpenting bahwa strategi pengelolaan energi nasional berjalan efektif di tengah tekanan global yang tidak ringan.Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kombinasi kebijakan fiskal, penguatan subsidi yang tepat sasaran, serta hasil dari diplomasi energi yang memastikan pasokan tetap aman. Pemerintahsecara tidak langsung menunjukkan bahwa kendali terhadap sektor energi mampu dijaga denganbaik, sehingga gejolak global tidak serta-merta diteruskan ke masyarakat. Namun demikian, pemerintah tidak mengabaikan penguatan kapasitas dalam negeri. Upayamenuju swasembada energi terus didorong melalui berbagai program strategis, termasukoptimalisasi sumber daya alam dan pengembangan energi terbarukan. Langkah ini menunjukkanbahwa diplomasi internasional berjalan beriringan dengan penguatan fondasi domestik, sehinggaIndonesia memiliki ketahanan yang lebih kokoh dalam jangka panjang.Di sektor pangan, pemerintah juga menempatkan swasembada sebagai prioritas utama. Presidenmengisyaratkan bahwa upaya ini telah lama menjadi bagian dari gagasan besar yang kinidiwujudkan melalui program-program konkret. Ketahanan pangan tidak hanya berkaitan denganketersediaan produksi, tetapi juga distribusi, aksesibilitas, serta stabilitas harga yang harus dijagasecara berkelanjutan.Sementara itu, sektor air sebagai salah satu pilar penting dinilai memiliki potensi besar di Indonesia. Pemerintah melihat bahwa secara umum ketersediaan air masih relatif mencukupi, meskipun terdapat tantangan di beberapa wilayah, khususnya di Indonesia timur. Permasalahanutama lebih banyak terletak pada aspek pengelolaan dan kerusakan lingkungan, sepertideforestasi yang berdampak pada berkurangnya daya serap air.Dalam perspektif ini, pemerintah menekankan pentingnya menjaga kelestarian lingkungansebagai bagian integral dari strategi ketahanan nasional. Pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan menjadi kunci untuk memastikan bahwa potensi yang dimiliki Indonesia dapatdimanfaatkan secara optimal tanpa mengorbankan generasi mendatang. Dengan pendekatan yang tepat, tantangan terkait ketersediaan air diyakini dapat diatasi.Lebih jauh, taklimat Presiden juga menjadi ruang untuk menyampaikan optimisme terhadapmasa depan Indonesia. Pemerintah meyakini bahwa di tengah berbagai krisis global, Indonesia justru memiliki peluang untuk tampil sebagai negara yang relatif stabil dan tangguh. Keyakinanini didasarkan pada kekayaan sumber daya alam, posisi geopolitik yang strategis, serta kebijakanyang diarahkan pada penguatan kemandirian nasional.Pendekatan yang mengombinasikan penguatan domestik dan diplomasi internasionalmenunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya bersikap reaktif terhadap krisis, tetapi juga proaktifdalam membangun ketahanan jangka panjang. Diplomasi dengan negara sahabat menjadijembatan untuk memperkuat posisi Indonesia di kancah global, sekaligus memastikan kebutuhannasional tetap terpenuhi.*) Analis Diplomasi Energi dan Pembangunan Berkelanjutan
- Advertisement -

Baca berita yang ini