Ibu Sakit Kanker Ayah Sudah Tiada, Bocah Pemulung di Balikpapan Tak Bisa Sekolah karena Gak Punya Akte Lahir

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Malang benar nasib bocah perempuan asal Kota Balikpapan, Kalimantan Timur ini. Masa kecilnya tak bisa ia nikmati layaknya anak-anak lain.

Kesulitan ekonomi menuntutnya untuk ikut banting tulang sebagai pemulung sampah. Penderitaan pun kian bertambah lantaran ia ditinggal sang ayah meninggal dunia dan ibunya pun kini tengah terbarikng di RSUD Beriman Balikpapan lantaran menderita sakit kanker.

Cerita pilu bocah perempuan tersebut tak sampai di situ saja. Bocah malang itu pun terpaksa mengurungkan niatnya untuk merasakan duduk di bangku Sekolah Dasar lantaran ia tak memiliki akter kelahiran.

Kisah bocah ini pun dibagikan oleh pengguna Facebook bernama Ester Muin melalui Group Portal Balikpapan hingga akhirnya viral.

“Taulah waktu denger itu kek gimana gitu perasaan sy sebagai manusia, mikirnya kasian udh kerjaannya kasian mulung mala kena kanker lagi, ahh so sad!!!,” tulis Ester.

“Truss y bilngin kalo misalnya ad yg mau bantu ngurusin surat aktanya mau sklh lah dek trus dia jwb “mau kak” (dgan ekspresi mukanya yg kek seneng bahagia gtu).. nah sbnarx sy it pgen ngurusin tp wkt sy cari2 di internet syarat2nya kok ribet amat.. nah ada nggksih dr warga Balikpapan yg bisa dgan muda mempermuda anak ini jd biar bs sekolah?.. perduli sesama gt? Toh kasian karna bapaknya sudah meninggal,” lanjut Ester, dikutip Minggu, 19 Mei 2019.

Postingan viral itu pun akhirnya berbuah manis. Sejumlah komunitas pun cepat tanggap bergerak membantu bocah malang itu.

Bahkan, usai viral, kisah bocah pemulung itu pun akhirnya sampai ke telinga Walikota Balikpapan, Rahmad Masud. Bersama istrinya, Rahmad Masud pun menjenguk bocah itu dan berjanji akan memberikan bantuan kepada si bocah dan ibunya yang sakit.

“Alhamdulilah

Wa Miu telah mendapatkan pelayanan terbaik di Rumah Sakit

Salah satu kewajiban dari pemerintah Kota Balikpapan untuk melayani dan melindungi warganya.

Terima kasih kepada Komunitas Sedekah Peduli dan Ibu Lurah Manggar Balikpapan timur yang telah mengevakuasi dan membawa ke Rumah Sakit Beriman Balikpapan.

Insha Allah Tahun ajaran baru akan dapat bersekolah kembali.

Mari kita mendoakan kesembuhan Wa Miu.

Semoga beliau cepat sembuh, penyakitnya diangkat oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Amiin.

ramadhan,” demikian tulis Rahmad Masud di akun Instagram pribadinya.

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini