Usai Viral, Begini Kondisi Terkini TKW yang Diikat dan Dijemur oleh Majikannya di Arab Saudi

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Nasib tenaga kerja wanita (TKW) yang bekerja di luar negeri tak selalu mulus. Dalam beberapa kasus, banyak TKW yang justru menjadi korban kekejaman majikan mereka.

Seperti kisah seorang TKW yang baru-baru ini viral di jagad maya. Fotonya beredar luas di media sosial Facebook.

Dalam foto tersebut, tampak TKW tersebut tengah diikat di pohon dan dijemur di bawah terik matahari yang menyengat di Riyadh, Arab Saudi, selama beberapa jam.

Foto itu sendiri diambil secara diam-diam oleh rekan kerjanya. Ternyata, TKW tersebut berasal dari Filipina.

Sang rekan yang tak tega melihat penderitaan temannya itu lantas sengaja menyebarkan foto di Facebook hingga viral agar mendapat perhatian dari dunia luar.

Aksi majikan TKW tersebut tak pelak menuai kecaman netizen. Unggahan viral itu pun dibanjiri kritikan.

Sebelumnya, diketahui jika TKW tersebut dihukum oleh majikannya lantaran meninggalkan salah satu perabot mahal di bawah sinar matahari. Sang majikan lantas marah dan memberinya pelajaran dengan mengikatnya berjam-jam di bawah sinar matahari.

Namun beruntung, usai kisah TKW itu viral, Kedutaan Besar Filipina langsung merespon cepat. TKW itu pun kini sudah dipulangkan ke kampung asalnya di La Union, Filipina.

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini