Gereja Setan Pernah Eksis dan Ada di Indonesia!

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Gereja Setan (GS) pertama kali didirikan pada 30 April 1966 oleh Anton Szandor LaVey di San Fransisco, California, Amerika Serikat.  LaVey adalah Pendeta tertinggi di gereja itu sampai ia meninggal pada 1997.

Selepas peninggalan LaVey, ajaran-ajaran GS disebarkan oleh sebuah perkumpulan yang juga merangkap sebagai badan pengurus GS yang disebut “the order of the trapezouid.”

Pengikut GS sangat aktif menyebarkan pemahaman mereka melalui film-film, musik dan majalah yang semuanya berhubungan dengan Sanatisme, yakni segala hal yang berbau mistis untuk pemujaan setan, pergaulan bebas, asusila, sembah berhala, dan lain sebagainya.

Ternyata, Indonesia juga tidak lepas dari infiltrasi GS. Gereja setan diperkirakan masuk ke Indonesia pada 1990-an. Kegiatan mereka terus berkembang hingga terdengar di masyarakat pada 1995-an. Mereka menjaring pengikut di kota-kota besar seperti Manado, Surabaya, Jakarta dan Bandung.

Pada era 1980-an di Indonesia sempat dihebohkan dengan menjalarnya ajaran yang masuk dengan nama Children of God sebelum akhirnya dibubarkan dan dilarang. Saat itu jumlah pengikut Children of God cukup banyak dan rata-rata dari kelompok menengah ke atas.

Setelah dibubarkan, beberapa dari pengikutnya kemudian tercerai berai ke berbagai sekte dalam agama Kristen, namun sebagian lainnya ikut Gereja Setan.

Menurut pengakuan para mantan pengikut GS, jemaat kelompok sesat itu sudah mencapai ribuan orang di Indonesia. Lokasi ibadahnya ada di kota-kota besar seperti Jakarta, Manado, Semarang, Bandung, dan lain-lain.

Kelompok GS pertama kali menyelusup ke Indonesia lewat Kalimantan. Setelah mengamati sejumlah kota di Indonesia, mereka melihat prospek kota Manado “lebih cerah” untuk perkembangan gereja setan.

Kota terbesar di utara Indonesia itu dipilih karena umat Kristennya begitu kuat. Bahkan banyak orang Kristen di sana yang menentukan aktivitas pelayanan gereja di Indonesia. Sehingga jika “jantungnya” orang Kristen itu sudah hancur, maka GS akan lebih mudah menaklukkan gereja-gereja lainnya di Indonesia.

Pada 31 Oktober 1991, Gereja Setan mendeklarasikan pendiriannya di gedung Joeang Manado oleh sepasang suami istri bertepatan pada acara Halloween. Mereka terus berkembang di Manado, bahkan kota ini diklaim sebagai pusat Gereja Setan ke-dua di dunia setelah California, Amerika Serikat.

Hingga saat ini, keberadaan serta perkembangan Gereja Setan dilarang oleh pemerintah Indonesia karena dianggap menyalahi norma yang berlaku.

 Reporter: Andhika Ilham Ramadhan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Pemerintah Optimalkan Sekolah Rakyat untuk Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Oleh: Yoga Pradana SantosoPemerintah terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasionalmelalui percepatan dan optimalisasi program Sekolah Rakyat yang kini menunjukkan progressignifikan di berbagai daerah, sekaligus menjadi bukti bahwa pemerataan akses pendidikan tidaklagi sebatas wacana, melainkan telah dijalankan secara konkret dan terukur sebagai bagian dariagenda pembangunan sumber daya manusia. Dalam satu tahun terakhir, pemerintah jugamencatat berbagai keberhasilan penting, mulai dari percepatan pembangunan infrastrukturpendidikan, peningkatan akses belajar di wilayah tertinggal, hingga penguatan kolaborasi lintaskementerian yang berdampak langsung pada masyarakat, sehingga kehadiran Sekolah Rakyat menjadi simbol nyata investasi jangka panjang negara dalam menciptakan generasi yang lebihberkualitas dan berdaya saing.Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari mengungkapkan bahwa pembangunan SekolahRakyat tahap kedua terus berjalan dengan progres yang menggembirakan meskipun dihadapkanpada sejumlah tantangan di lapangan, terutama terkait kesiapan lahan dan akses menuju lokasipembangunan, sementara peran Direktur Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PekerjaanUmum Bisma Staniarto dinilai sangat krusial dalam menjaga ritme pembangunan agar tetapsesuai dengan target yang telah ditetapkan pemerintah. Ia menilai koordinasi teknis yang dilakukan secara konsisten menjadi faktor kunci dalam memastikan setiap hambatan dapatdiatasi secara terukur sehingga proyek tidak berjalan parsial, melainkan terintegrasi dari pusathingga daerah.Lebih lanjut, pembangunan Sekolah Rakyat tahap kedua tidak hanya berfokus pada penyelesaianfisik bangunan, tetapi juga memastikan kesiapan operasional agar sekolah dapat langsungdigunakan pada tahun ajaran baru 2026/2027, sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan olehmasyarakat. Berdasarkan data terbaru, dari total 104 lokasi pembangunan, sebanyak 101 lokasitelah memasuki tahap konstruksi dan seluruhnya ditargetkan rampung pada 20 Juni 2026, sebuahcapaian yang menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menjadikan sektor pendidikan sebagaiprioritas utama pembangunan nasional.Dalam upaya memastikan target tersebut tercapai, Muhammad Qodari menegaskan bahwaKantor Staf Presiden bersama Ditjen Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum terusmelakukan langkah konkret melalui rapat koordinasi intensif yang melibatkan berbagai pihak, termasuk BUMN karya dan penyedia jasa konstruksi, sehingga setiap persoalan yang muncul, baik terkait teknis, logistik, maupun kesiapan lahan, dapat dipetakan secara komprehensif danditangani dengan solusi yang jelas dan terukur.Koordinasi tersebut kemudian diperluas dengan melibatkan Kementerian Sosial, KementerianDalam Negeri, Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan, serta Zeni TNI Angkatan Darat, yang dinilai mampu mempercepat penyelesaian berbagai hambatan strategis di lapangan, termasukpembangunan akses jalan dan penuntasan persoalan lahan di sejumlah wilayah, di mana sinergilintas sektor ini menjadi kunci dalam mempercepat realisasi program secara menyeluruh danmemastikan tidak ada kendala yang berlarut-larut.Hasil dari upaya percepatan tersebut mulai terlihat di sejumlah wilayah dengan progrespembangunan yang cukup signifikan, seperti di Kalimantan Selatan yang mencapai 30,85 persen, Sulawesi Selatan sebesar 30,22 persen, serta Jawa Barat sebesar 28,07 persen, meskipunpemerintah tetap memberikan perhatian khusus pada beberapa lokasi dengan progres yang masihrendah melalui intervensi yang lebih intensif agar target penyelesaian secara keseluruhan tidakterganggu.Program Sekolah Rakyat sendiri merupakan inisiatif pemerintah untuk memperluas aksespendidikan bagi masyarakat, khususnya di wilayah yang terdampak bencana maupun daerahdengan keterbatasan infrastruktur pendidikan, sehingga anak-anak dari keluarga prasejahteratetap dapat memperoleh pendidikan formal yang layak. Program ini dirancang sebagai investasijangka panjang dengan target penyelesaian yang terukur agar dapat segera dimanfaatkan, sekaligus menjadi bagian dari upaya negara dalam menjamin hak pendidikan bagi seluruh wargatanpa terkecuali.Sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah juga mempercepat penambahanprogram Sekolah Rakyat yang ditargetkan mulai beroperasi pada April 2026, di...
- Advertisement -

Baca berita yang ini