Genap Berusia 103 Tahun, Berikut Fakta Menarik tentang Boeing

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Tahukah kamu, kalau hari ini 15 Juli 2019, Boeing sudah berusia 103 tahun lho. Ya, perusahaan yang bernama The Boeing Company ini didirikan oleh William Edward Boeing di Seattle, Washington, Amerika Serikat, 15 Juli 1916.

Selain merancang, membuat dan menjual pesawat, ternyata perusahan ini juga memproduksi, dan menjual pesawat rotor, roket, dan satelit lho. Nah, untuk tau lebih lanjut, mari kita lihat lima fakta menarik tentang Boeing.

1. Pecahkan Rekor Guinness sebagai Pabrik Pesawat Terbesar Dunia

Boeing Everett Factory di Everett, Washington, Amerika Serikat, merupakan tempat perakitan pesawat milik Boeing yang luar biasa besar dan luas. Bahkan ukuran pintu-pintunya bisa seluas lapangan sepakbola. Lalu, gedungnya bisa menampung Disneyland dilengkapi dengan tambahan luas 5 hektar lagi untuk parkir.

Dengan ukuran sebesar itu–seluas 39,8 hektar dan volume 13,3 juta meter kubik, tidak heran kalau pabrik pesawat terbang itu tercatat sebagai bangunan terbesar sedunia versi Guinness World Records.

2. Pengelolaan Pabriknya Membentuk Kota Kecil

Selain luas dan besar, Boeing Everett Factory, sudah seperti sebuah kota kecil. Membutuhkan truk pemadam kebakaran sendiri, pasukan keamanan, klinik medis lengkap, gardu listrik dan instalasi pengolahan air.

3. Pesawat Boeing 787 Dreamliner Diklaim Paling Ramah Lingkungan

Dreamliner 787 adalah pesawat Boeing yang paling ramah lingkungan karena dua alasan. Pertama, ini adalah pesawat Boeing yang paling hemat bahan bakar, yang dirancang untuk 20% lebih efisien daripada 767.

Kedua, 787 adalah pesawat pertama di dunia yang menggabungkan material komposit utama dalam pembangunan badan pesawatnya.

4. Bobot 787 Dreamliner Setara 29 Gajah

Bobot sebuah pesawat 787 Dreamliner dalam kondisi kosong mendekati 117.617 kilogram. Itu setara dengan sekitar 29 gajah. Wow!

Rentang sayapnya mencapai 197 kaki atau 60 meter, panjangnya 186 kaki atau 57 meter, dan tingginya adalah total 56 kaki atau 17 meter.

5. Boeing Terlibat dalam Proyek Luar Angkasa

Hampir sejak pertama muncul program luar angkasa Amerika, Boeing telah hadir di sana. Keterlibatan Boeing dalam proyek luar angkasa dimulai pada 1960 ketika roket Delta II diluncurkan, membawa satelit Echo 1A ke orbit.

Kemudian pada 1966 dan 1967, Lunar Orbiters yang dibangun Boeing mengelilingi bulan, memotret permukaan untuk membantu NASA memilih lokasi pendaratan yang aman bagi para astronot Apollo 11.

Para astronot mencapai bulan dengan bantuan roket Saturn V setinggi 363 kaki. Pengembangannya diintegrasikan oleh Boeing, yang juga membuat booster tahap pertama.

(Krisantus de Rosari Binsasi)

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini