Genap 26 Tahun, Ini Sederet Prestasi Pogba yang Bikin ‘Melongo’

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Selamat ulang tahun Paul Pogba, sang gelandang Muslim yang memperkuat Manchester United dan Timnas Prancis. Hari ini, 15 Maret 2019, ‘Paul si Gurita’ genap berusia 26 tahun.

Lahir di Lagny-sur-Marne, Prancis, 15 Maret 1993, Pogba adalah gelandang paling ramai dibicarakan dan jadi rebutan pada 5 sampai 6 tahun lalu, saat masih memperkuat Juventus.

Ia lalu dibeli kembali oleh Manchester United dari Juventus dengan nilai fantastis, sekitar 100 juta euro atau Rp 1,6 triliun, sebuah rekor baru saat itu, sebelum dipecahkan oleh transfer Neymar yang hijrah dari Barcelona ke PSG. Nilai transfer itu sampai saat ini belum dipecahkan klub Inggris manapun untuk pembelian pemain ke Premier League.

Rasanya, tak akan habis membicarakan Pogba dan sederet kekaguman dunia padanya. Peraih Golden Boy 2013 dan Pemain Muda Terbaik Piala Dunia 2014 ini pernah membawa Juventus kembali mencicipi final Liga Champions setelah 12 tahun ‘membadut’, dan mempersembahkan gelar Piala Eropa di musim pertamanya di Manchester United.

Paling mencengangkan, Pogba menjadi komando tertinggi barisan tengah skuat Prancis saat memboyong Piala Dunia 2018. Ia mengerjakan dua tugas sekaligus, membangun serangan dan membantu pertahanan.

Mari kita berbicara prestasi individual Pogba. Usianya baru 26 tahun, tapi ia sudah membawa pulang banyak gelar individual untuk dibanggakan. Berikut deretan prestasi Pogba yang bakal bikin kamu takjub.

1. UEFA Under-17 Team of The Tournament 2010
2. UEFA Under-21 Team of The Tournament 2012
3. Bola Emas Piala Dunia U-20 FIFA 2013
4. Golden Boy 2013
5. Serie A Team of The Year 2013-2014, 2014-2015, 2015-2016
6. Pemain Muda Terbaik Piala Dunia 2014
7. Penghargaan Bravo 2014
8. ESM Team of The Year, 2015-2016
9. Pengumpan Gol Terbanyak Serie A, 2015-2016
10. UEFA Europa League Player of The Season, 2016-2017
11. Gelar Kehormatan:
Chevalier de la Legion d’honneur, 2018.

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini