Gak Perlu Tampan dan Kaya, Cuma Bermodalkan Ini Losiri Si Manusia Gua Sukses Gaet Bule-bule Cantik

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Losiri, pria yang dijuluki The Cave Man atau Manusia Gua dari Thailand ini dijamin bikin para pria iri setengah mati. Pasalnya, meski tak tampan berduit, pria sederhana ini bisa dengan mudahnya mencuri hati turis-turis cantik.

Dilansir dari Daily Mail, Kamis, 13 Juni 2019, Losiri punya kehidupan yang unik. Tak seperti pria kebanyakan, ia memilih untuk hidup di sebuah gua. Namun keunikan inilah yang justru membuat banyak turis wanita cantik penasaran dengan sosoknya.

Mereka pun kerap berkunjung ke gua Losiri dan berinteraksi dengannya layaknya teman akrab. Meski hanya tinggal di sebuah gua, Losiri tahu betul cara menarik hati perempuan.

Ia menata “rumah guanya” itu dengan sangat apik. Ditambah lagi pintu gua Losiri menghadap ke lautan sehingga membuat pemandangan tempat tinggalnya itu sangat indah. Alhasil banyak wanita senang main ke tempatnya.

Losiri juga jago memikat hati para bule dengan bakatnya. Losiri lihai dalam melukis wajah. Ia pun kerap melukis wajah teman-teman bule cantiknya. Karena itu, banyak dari mereka yang kesengsem dengan Losiri.

Tak cuma itu, Losiri juga pandai bermain instrumen musik. Ini juga menjadi salah satu daya tariknya di hadapan para wanita.

Perlahan nama Losiri pun banyak menjadi sorotan. Terlebih ia kerap mengunggah foto-foto kesehariannya lwat Facebook The Cave Man 2018.

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini