Eddie Van Halen Pernah Di-Bully karena Punya Darah Indonesia

Baca Juga

MATAINDONESIA, JAKARTA – Eddie Van Halen pernah merasakan pengalaman tak mengenakkan. Karena punya darah Indonesia, dia sering disebut ‘half-breed’.

Bersama sang adik, Alex, Eddie sangat sering menyebutkan perihal darah Indonesianya dalam wawancara, contohnya dalam wawancara oleh David Lee Roth. Eddie menceritakan tentang pertemuan orang tua mereka. Ayah mereka, yang berasal dari Belanda, datang ke Indonesia karena mendapatkan kontrak bermain musik selama enam minggu. Namun, kontraknya berubah menjadi enam tahun dan kebetulan ayah mereka sangat suka dengan daerah tropis.

Kemudian, ketika Eddie dan Alex bercakap-cakap dalam wawancara yang membahas video klip baru mereka, kakak beradik itu mengobrol banyak hal tentang awal bagaimana mereka dapat tumbuh dewasa di Belanda dan pengalaman awal bermusik. Sekali lagi di sana mereka menyebutkan tentang Van Halen bersaudara itu keturunan Indonesia.

Mereka mengatakan, ibunya yang berasal dari Indonesia, tepatnya Rangkasbitung, adalah orang yang mendorong mereka untuk bermain musik. Lalu, saat wawancara dengan WTF with Marc Maron pada tahun 2019, mereka kembali bercerita tentang darah campuran mereka. Eddie dan Alex menjelaskan dahulu mereka sering dipanggil “half-breed” yang artinya tidak berdarah murni di Belanda.

Saat itu, lingkungan Belanda terkenal rasialis hingga kemudian Jan van Halen, ayah Eddie dan Alex, memutuskan membawa keluarganya pindah ke Pasadena, Amerika Serikat.

Dalam wawancara pada tahun 2017, Eddie mengatakan ibunya dulu dianggap sebagai warga negara kelas bawah karena berasal dari Indonesia. Ia mengakui saat itu adalah masa yang sulit. Bahkan ketika pindah ke Amerika, ayah dan ibunya hanya memiliki bekal 50 Dolar AS dan sebuah piano. Mereka datang dengan uang yang sedikit, tanpa pekerjaan, tidak memiliki tempat tinggal, dan tidak bisa berbicara bahasa Inggris.

Meski begitu, Van Halen bersaudara ini mengaku sangat bangga dengan darah Indonesianya. Menurut mereka, ibunya yang mempunyai darah Indonesia sangat berperan penting dalam karier bermusiknya. Eddie juga berkisah bahwa musik adalah penyelamat keluarga mereka dari perlakuan diskriminasi.

Eddie Van Halen meninggal pada Selasa, 6 Oktober 2020 setelah berjuang selama bertahun-tahun dengan penyakit kanker tenggorokannya, akibat kebiasaannya menggigit pick logam yang terbuat dari kuningan atau tembaga. Ia meninggalkan banyak kenangan lewat lagu-lagunya yang beberapa muncul di berbagai film, seperti superbad, minions, dan Sing.

Reporter : Anggita Ayu Pratiwi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Renovasi Hunian Layak untuk Papua, Strategi Pemerintah Percepat PemerataanPembangunan

Oleh : Loa Murib Renovasi hunian layak di Papua bukan sekadar program fisik pembangunan rumah, melainkanstrategi besar pemerintah dalam mempercepat pemerataan pembangunan dan meningkatkankualitas hidup masyarakat di Tanah Papua. Di tengah berbagai tantangan geografis, sosial, danekonomi, kebijakan perumahan yang terintegrasi antara pemerintah pusat dan daerah menjadifondasi penting untuk memastikan bahwa kesejahteraan tidak hanya terpusat di wilayahperkotaan Indonesia bagian barat, tetapi juga menjangkau wilayah timur secara adil danberkelanjutan. Komitmen tersebut mengemuka dalam Rapat Koordinasi Percepatan Pembangunan Perumahandan Kawasan Permukiman yang digelar di Kantor Kementerian Dalam Negeri di Jakarta. Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, menegaskan dukungannya terhadap realisasiprogram Tiga Juta Rumah yang menjadi inisiatif Presiden Prabowo Subianto. Program tersebutdinilai strategis karena menyasar kebutuhan dasar masyarakat, terutama kelompokberpenghasilan rendah, melalui penyediaan hunian terjangkau dan layak huni. Dorongan kepada pemerintah daerah untuk memaksimalkan peluang program tersebut menjadisinyal kuat bahwa pembangunan perumahan tidak dapat berjalan parsial. Tito Karnavianmemandang bahwa kepala daerah memiliki tanggung jawab langsung dalam mengangkat harkatdan martabat masyarakat melalui penyediaan hunian yang layak. Dukungan regulatif pun diperkuat dengan kebijakan pembebasan retribusi Persetujuan Bangunan Gedung serta Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan bagi masyarakat berpenghasilan rendah, yang harusditetapkan melalui peraturan kepala daerah. Langkah ini menunjukkan bahwa percepatanpembangunan bukan hanya soal anggaran, tetapi juga penyederhanaan birokrasi dankeberpihakan kebijakan. Optimalisasi Mal Pelayanan Publik di daerah juga menjadi instrumen penting untuk memangkaswaktu dan biaya perizinan. Dengan proses yang lebih cepat dan transparan, pembangunan rumahbagi masyarakat berpenghasilan rendah dapat segera direalisasikan tanpa terhambat proseduradministratif yang berlarut-larut. Pendekatan kolaboratif antara pusat dan daerah inilah yang menjadi kunci agar program nasional benar-benar berdampak nyata di lapangan. Di Papua, respons terhadap kebijakan tersebut tampak progresif. Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri, menyampaikan bahwa pemerintah provinsi siap menggenjot program bantuanperumahan melalui berbagai skema, mulai dari rumah subsidi, renovasi rumah tidak layak huni, hingga pembangunan rumah susun. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pemerintah daerahtidak sekadar menjadi pelaksana, tetapi juga mitra aktif dalam merancang solusi yang sesuaidengan karakteristik sosial budaya masyarakat Papua. Data dari Badan Pusat Statistik menunjukkan kebutuhan perumahan di Papua masih cukuptinggi. Kondisi ini tidak terlepas dari realitas sosial di mana satu rumah kerap dihuni olehbeberapa generasi sekaligus. Dalam konteks budaya Papua yang menjunjung tinggi ikatankekerabatan, pola hunian multigenerasi menjadi hal lumrah. Namun di sisi lain, keterbatasanruang dan kualitas bangunan yang belum memadai dapat berdampak pada kesehatan, kenyamanan, serta produktivitas keluarga. Karena itu, target pembangunan dan renovasi rumah di Papua pada 2026 menjadi langkahstrategis. Direncanakan sekitar 14 ribu unit rumah akan dibangun melalui berbagai skemabantuan, dengan tahap awal mencakup sekitar 2.100...
- Advertisement -

Baca berita yang ini