Dua Saudara Lansia Ini Bertemu Setelah 47 Tahun Berpisah, Dikira Sudah Meninggal

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Dua saudara perempuan di Kamboja berusia 98 dan 101 tahun telah dipertemukan kembali untuk pertama kalinya setalah 47 tahun berpisah. Masing-masing dari mereka berpikir jika sauadaranya telah meninggal selama pemerintahan Khmer Merah tahun 1970-an.

Sekitar dua juta orang diperkirakan meninggal di bawah pemerintahan Khmer Merah. Banyak keluarga yang dihancurkan selama periode pemerintahannya.

Bun Sen kehilangan suaminya di bawah pemerintahan Pol Pot yang digulingkan pada 1979. Dia khirnya dia menetap di dekat tempat pembuangan sampah terkenal Stung Meanchey di ibu kota, Phnom Penh.

Selama bertahun-tahun, hari-harinya dihabiskan untuk memilah sampah, mencari barang daur ulang untuk dijual, dan merawat anak-anak di lingkungan yang miskin.

Dia selalu berbicara, tentang mimpinya untuk mengunjungi desanya di provinsi Kampong Cham, hanya sekitar 2 kilometer di sebelah timur ibukota Phnom Penh.

Tetapi banyak faktor yang menghalangi langkahnya, termasuk usianya dan ketidakmampuannya berjalan. Akhirnya, pada 2004 LSM lokal telah membantu Bun Sen untuk berkujung ke desa nya tersebut. Saat itulah mereka menemukan bahwa saudara perempuan dan laki-laki Bun Sen masih hidup, dan tinggal di sebuah desa.

Setelah hampir setengah abad, Bun Sen bertemu kembali dengan kakak perempuannya, Bun Chea, dan adik laki-lakinya minggu lalu.

“Saya meninggalkan desa saya sejak lama dan tidak pernah kembali. Saya selalu berpikir saudara dan saudari saya telah meninggal,” kata Bun Sen, dikutip dari bbc.com.

Bun Chea, yang suaminya juga dibunuh oleh Khmer Merah, meninggalkannya seorang janda dengan 12 anak, dan berfikir jika kakanya telah meninggal.

“Kami memiliki 13 kerabat yang terbunuh oleh Pol Pot dan kami pikir dia juga telah melakukannya. Sudah lama sekali,” katanya.

Sekarang para suster menebus waktu yang hilang. Minggu ini mereka melakukan tur ibukota bersama. “Kami membicarakannya,” kata Bun Chea. “Tapi aku tidak pernah mengira kita akan melihatnya lagi.”

(Mila Arinda)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Bersama Menyempurnakan Program Kopdes Merah Putih

Oleh: Yusuf RinaldiPembangunan ekonomi desa merupakan fondasi penting bagi terwujudnyapemerataan kesejahteraan nasional. Karena itu, langkah pemerintah menghadirkanProgram Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) layakdiapresiasi sebagai upaya menghidupkan kembali semangat ekonomi kerakyatanyang berlandaskan gotong royong dan kekeluargaan. Program ini bukan sekadar membentuk koperasi baru, tetapi membangun ekosistemekonomi desa yang lebih produktif, mandiri, dan berkelanjutan. Tentu, sebagaimanaprogram strategis lainnya, implementasinya perlu terus disempurnakan agar manfaatnya semakin optimal bagi masyarakat.Sejak awal, Presiden Prabowo Subianto menempatkan koperasi sebagai instrumenstrategis untuk memperkuat ekonomi rakyat. Pilihan tersebut memiliki landasanhistoris yang kuat. Mohammad Hatta pernah menegaskan bahwa koperasimerupakan sokoguru perekonomian nasional yang berlandaskan asas kekeluargaandan gotong royong. Karena itu, keberhasilan Kopdes Merah Putih tidak boleh hanyadiukur dari banyaknya koperasi yang berdiri, melainkan dari kemampuannyameningkatkan kesejahteraan masyarakat desa secara berkelanjutan.Komitmen pemerintah untuk terus menyempurnakan Program Kopdes Merah Putih juga tercermin dari langkah Komisi VI DPR...
- Advertisement -

Baca berita yang ini