Unik! Jepang Bangun Toilet untuk Anjing

Baca Juga

MATA INDONESIA, OSAKA – Biasanya fasilitas di bandara hanya menyediakan dua toilet, untuk laki-laki dan perempuan. Namun, bandara di Jepang yang menyediakan satu lagi, toilet untuk anjing.

Salah satunya terdapat di Bandara Internasional Osaka (ITAMI), Jepang. Toilet itu dibangun karena di Jepang banyak wisatawan yang bepergian membawa anjing peliharaan mereka.

“Kami berharap dengan adanya toilet ini akan digunakan untuk anjing sebelum menaiki pesawat bersama pemiliknya,” ujar Kei Ogata, juru bicara di Bandara Kansai.

Toilet tersebut bisa digunakan setiap hari dan dibuka dari pukul 05.30 pagi hingga pukul 22.00 malam, waktu Jepang.

Menurut CNN, toilet anjing itu berada di area pintu antar jemput bandara. Bukan sekadar toilet, fasilitas di dalamnya juga memiliki ruangan bagi anjing untuk berjalan-jalan dan berbagai fasilitas lain seperti air minum, toilet dengan flush, hingga sebuah shower.

Jika pemilik anjing merasa kesulitan, terdapat interkom khusus yang akan membantu menghubungkan langsung dengan operator yang berada di sekitar bandara.

Di sisi lain, operator Bandara Kansai menyatakan maskapai penerbangan juga menginginkan fasilitas tersebut karena mereka kerap mengalami masalah ketika anjing buang air dalam pesawat.

Jika wisatawan ingin membawa binatang peliharaan, mereka harus membuat rencana kedua, karena saat ini toilet hanya tersedia untuk anjing.(Fitria Nur Rahmawati)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Hilirisasi untuk Ekonomi yang Lebih Sejahtera

Oleh: Yusuf Rinaldi)* Transformasi ekonomi Indonesia dalam beberapa tahun terakhir semakinmenunjukkan arah yang jelas, yaitu dengan memperkuat nilai tambah sumber dayaalam melalui strategi hilirisasi. Kebijakan ini bukan sekadar agenda industrialisasibiasa, melainkan fondasi penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan.  Dalam konteks ekonomi global yang semakin kompetitif, langkah pemerintahmempercepat hilirisasi menjadi salah satu strategi paling rasional untuk memastikankekayaan alam Indonesia benar-benar memberi manfaat optimal bagi masyarakat. Presiden Prabowo Subianto memerintahkan jajarannya untuk memperkuat peranPerusahaan Mineral Nasional (Perminas) sebagai instrumen negara dalammengelola sumber daya mineral secara lebih terintegrasi. Langkah ini sangat penting mengingat selama bertahun-tahun Indonesia lebihbanyak mengekspor bahan mentah tanpa nilai tambah yang signifikan. Denganpenguatan Perminas, pemerintah ingin memastikan bahwa pengelolaan mineral tidak lagi berhenti pada aktivitas eksplorasi dan penambangan, tetapi dilanjutkanhingga tahap pengolahan industri bernilai tinggi di dalam negeri. Presiden menekankan bahwa penguatan Perminas akan menjadi kunci bagiterciptanya pengelolaan sumber daya mineral yang lebih terpadu. Dengan demikian, Indonesia tidak hanya menjadi pemasok bahan mentah, tetapi mampu berkembangmenjadi pusat produksi dan inovasi industri mineral di tingkat global. Langkah inisemakin relevan jika melihat tren investasi nasional. Data terbaru menunjukkanbahwa sektor hilirisasi menyumbang sekitar Rp584,1 triliun atau 30,2 persen daritotal realisasi investasi nasional pada 2025. Angka tersebut mencerminkan bahwatransformasi ekonomi berbasis nilai tambah mulai memberikan dampak nyata bagipertumbuhan ekonomi. Selain penguatan kelembagaan, pemerintah juga mendorong pembangunaninfrastruktur industri melalui pengembangan kawasan ekonomi khusus (KEK). Pemerintah saat ini tengah menunggu persetujuan Presiden atas pembentukanenam KEK baru yang akan difokuskan pada industri berbasis energi dan manufakturberteknologi tinggi. Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK, Rizal Edwin Manansang, menjelaskan bahwa seluruh kajian teknis telah rampung dan kinimenunggu keputusan presiden. Ia mengatakan pihaknya sedang mengusulkan adaenam KEK baru yang akan diresmikan atau disetujui oleh Presiden. Keenamkawasan tersebut akan tersebar di berbagai wilayah strategis, termasuk Kalimantan, Sulawesi, Jawa Timur, dan Jawa Barat. Fokus industrinya meliputi pengembangankendaraan listrik, smelter pengolahan mineral strategis seperti nikel, hinggapengembangan energi hijau. Strategi ini tidak hanya memperkuat hilirisasi, tetapijuga menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di berbagai daerah. Secara kinerja,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini