Viral Fenomena ‘Cross-Hijaber’, MUI: Haram dan Laknat!

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Majelis Ulama Indonesia (MUI) rupanya tak tinggal diam dengan fenomena ‘cross-hijaber’ yang tengah viral di media sosial. Secara tegas, MUI menganggap gerakan tersebut haram dalam ajaran Islam.

Wakil Ketua Umum MUI KH Zainut Tauhid berkata, tak ada pembenaran atas perbuatan pria berdandan selayaknya wanita, apalagi memakai hijab atau cadar. Hal itu haram, bahkan ada hadisnya yang menerangkan perbutan itu jelas dilaknat.

Untuk menegaskan pernyataan tersebut, Zainut mengutip sebuah hadis, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam melaknat laki-laki yang menyerupai wanita dan para wanita yang menyerupai laki-laki.” (HR Imam Bukhari).

Fenomena cross-hijaber atau gerakan pria berdandan layaknya wanita berhijab dan bercadar tersebut menurut Zainut patut diwaspadai motifnya.

“Perlu diwaspadai, gerakan ini apa motifnya? Apakah sekadar mode, atau motif lain seperti kriminal, teror, atau merusak citra hijab,” kata Waketum MUI KH Zainut Tauhid, Senin 14 Oktober 2019.

Para pelaku cross-hijaber yang diperbincangkan di dunia maya dijelaskan umumnya menggunakan baju Muslim model panjang dan lebar ala pakaian syar’i.

Ada yang sekedar menggunakan hijab, ada juga yang menggunakan cadar. MUI menegaskan, fenomena ini harus diwaspadai karena dikhawatirkan akan merusak citra hijab.

Berita Terbaru

Akselerasi Pembangunan Papua untuk Keadilan yang Merata

Oleh: Andreas Wakerkwa)*Upaya akselerasi pembangunan di Papua terus menjadi prioritas strategispemerintah dalam rangka mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Melalui pelaksanaan Program Strategis Nasional (PSN), pembangunan di wilayah Papua tidak lagi dipandang semata sebagai proyek infrastruktur, melainkansebagai langkah komprehensif yang bertujuan menciptakan kesejahteraan yang merata, inklusif, dan berkelanjutan. Pendekatan ini menempatkan masyarakatsebagai pusat pembangunan, sehingga setiap kebijakan yang dijalankan diharapkanmampu menjawab kebutuhan riil masyarakat setempat.Ketua Lembaga Pengembangan Generasi Papua (Lempeng Papua), Pastor Catto Y. Mauri, S.Th., mengatakan bahwa PSN merupakan fondasi penting dalammendorong transformasi pembangunan di Papua. Ia memandang bahwapembangunan yang tengah berlangsung bukan sekadar pembangunan fisik sepertijalan, jembatan, atau fasilitas publik lainnya, melainkan bagian dari upaya besaruntuk membuka akses, meningkatkan kualitas hidup, serta memperkuat daya saingmasyarakat Papua di berbagai sektor.Menurutnya, pembangunan yang inklusif harus melibatkan partisipasi aktif seluruhelemen masyarakat. Oleh karena itu, dukungan kolektif menjadi kunci keberhasilanimplementasi PSN di Papua. Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta masyarakat lokal diyakini mampu mempercepat tercapainya tujuanpembangunan yang berkeadilan. Dalam konteks ini, masyarakat tidak hanyamenjadi objek pembangunan, tetapi juga subjek yang memiliki peran strategis dalammenentukan arah dan keberhasilan program.Lebih lanjut,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini