TPST Piyungan Ditutup Total, Kabupaten dan Kota Jogja harus Olah Sampah Mandiri di 2024, Pemda DIY Jelaskan Alasannya

Baca Juga

Mata Indonesia, Bantul – Kabupaten dan Kota di Sleman, Bantul dan Jogja harus mengelola sampahnya sendiri pada 2024 mendatang. Hal itu merupakan perintah dari Pemda DIY yang tidak akan meneruskan pembangunan Proyek Badan Usaha (KPBU) pengolahan sampah di TPST Piyungan.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset (BPKA) DIY, Wiyos Santoso menyebutkan bahwa sudah ada aturan untuk pengelolaan sampah di tiap wilayah.

“Masalah sampah ini kan peraturan perundangannya dikembalikan ke kabupaten dan kota. Tapi kami kan sudah menangani puluhan tahun dari 1990. Nah sekarang kita buat agar regional yang menangani sampah,” kata dia, Selasa 14 November 2023.

Penghentian proyek KPBU bukan tanpa alasan. Jika diteruskan, Pemda DIY merasa setiap wilayah tak lagi mandiri dalam mengelola sampah mereka. Apalagi tingkat elevasi atau ketinggian gunung sampah Piyungan mencapai 140 meter lebih.

“Kalau kita biarkan, kabupaten dan kota ini tentu tidak akan siap. Mereka tak akan mulai untuk mengelola sampah,” ujar dia.

Dengan menyerahkan pengelolaan sampah ke masing-masing wilayah, TPST Piyungan akan ditutup pada 2024 mendatang.

Pemda DIY juga mengingatkan, agar pemangku wilayah di Kabupaten dan kota segera membuat desentralisasi pengelolaan sampah. Setelah semua siap, TPST Piyungan akan segera ditutup.

“Sekarang hanya dibatasi saja sampah yang dibuang ke sana (TPST Piyungan). Tapi setelah ditutup total, ya kabupaten dan kota harus maksimal dalam pengelolaan sampahnya,” sebutnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini