Terdampak Penyakit Mulut dan Kuku, Ketersediaan Hewan Kurban 2023 di Sleman, Diprediksi Kurang

Mata Indonesia, Sleman – Ketersediaan hewan kurban di Sleman pada tahun 2023, seperti sapi, kambing, dan domba, diprediksi kurang.

Hal ini menyusul dampak wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dan Lumpy Skin Disease (LSD) yang terjadi akhir 2022 lalu. Sleman mau tidak mau mengimpor hewan dari daerah lain.

Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DPPP) Sleman, Suparmono mengungkapkan bahwa kebutuhan hewan kurban di Sleman pada tahun 2023 adalah sebanyak 9.150 ekor sapi, 2.500 ekor kambing, dan 9.700 ekor domba.

“Kalau dari data, saat ini ketersediaan hewan kurban di Sleman sapi sebanyak 3.690 ekor, kambing tercatat 2.118 ekor, dan domba 5.845 ekor,” katanya Selasa 6 Juni 2023.

Oleh karena itu, Sleman perlu menambah pasokan sebanyak 5.460 ekor sapi, 382 ekor kambing, dan 3.855 ekor domba. Suparmono menjelaskan bahwa hewan-hewan ini harus didatangkan dari luar Sleman.

Sapi biasanya diimpor dari Bali, Madura, serta kabupaten di sekitar Sleman dan Jawa Tengah.

“Kalau kambing dan domba banyak berasal dari Jawa Barat, Jawa Timur, dan kabupaten sekitar wilayah Sleman,” terang dia.

Dalam rangka menghindari penyebaran PMK dan LSD, Dinas Pertanian melakukan pengawasan dan edukasi di Pasar Hewan Ambarketawang dan pasar hewan lainnya, termasuk pasar hewan tiban di kelompok-kelompok ternak.

Mereka juga akan menerbitkan surat rekomendasi pemasukan ternak untuk para pelaku usaha ternak yang akan mendatangkan hewan dari luar Sleman.

Hal ini memastikan bahwa tempat penampungan ternak memadai dan hewan tersebut sehat, dengan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dari daerah asal.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terkini

Imbas TPST Piyungan Ditutup, Sampah Liar Banyak Ditemukan di Jalan, Ini Upaya Pemdes Cokrodiningratan

Mata Indonesia, Yogyakarta - Peningkatan kasus pembuangan sampah liar di wilayah Kelurahan Cokrodiningratan menjadi perhatian Pemerintah Desa (Pemdes) setempat. Bagaimana tidak, tumpukan sampah liar kerap ditemukan di sejumlah ruas jalan.

Baca Berita Lainnya