Santap Makanan saat Program Makan Sehat, 26 Siswa di Bantul Keracunan Massal

Baca Juga

Mata Indonesia, Bantul – Puluhan siswa di salah satu sekolah Madrasah Ibtidaiyah atau SD dilarikan ke rumah sakit. Para siswa yang bersekolah di Kalurahan Wukirsari, Kecamatan Imogiri, Bantul itu keracunan massal.

Kasi Humas Polres Bantul, Iptu I Nengah Jeffry Prana Widnyana mengungkapkan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada pukul 09.45 WIB, Selasa 16 Mei 2023.

Para siswa menyantap makanan yang disediakan saat program makan sehat oleh sekolah.

Guru-guru membagikan makanan kecil berupa nasi goreng lauk sosis, resoles, roti kukus, agar-agar dan minuman kemasan rasa jambu ke 26 siswa.

“Penyelenggaraan program itu berasal dari wali murid yang rutin disediakan setiap jam sekolah secara bergantian setiap harinya. Itu dibagikan setiap jam istirahat pada pukul 09.20 WIB,” kata Jeffry dari keterangan yang diterima Rabu 10 Mei 2029.

Setelah siswa mengambil makanan tersebut, secara bersama-sama siswa-siswi mengalami gejala pusing dan perut mual serta muntah. Siswa juga mengalami kondisi panas dingin.

Selanjutnya kepala sekolah setempat berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Bantul dan Puskesmas I Imogiri.

“Dari pemeriksaan dokter sebanyak 22 anak dilakukan perawatan di dalam sekolah. Namun empat siswa harus dibawa ke rumah sakit,” terang dia.

Puskesmas I Imogiri juga telah mengirimkan seluruh sampel makanan yang membuat 26 siswa muntah dan pusing ke Balai Laboraturium Kesehatan DIY.

Nantinya sampel-sampel tersebut akan diketahui kandungan makanan untuk diketahui jenis makanan apa yang mengandung racun.

HIngga kini belum diketahui makanan apa yang menjadi pemicu terjadinya keracunan massal tersebut.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Putusan MK Mengikat dan Final, Semua Pihak Harus Terima Lapang Dada

Mahkamah Konstitusi (MK) telah menyelesaikan sidang sengketa hasil pemilihan presiden dan wakil presiden 2024. Keputusan yang diambil oleh Mahkamah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini