Presiden Jokowi ke Jatim Harus Gunakan Pesawat Kepresidenan BAe-RJ85, Begini Penjelasannya

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA Presiden Jokowi harus menggunakan pesawat kepresidenan jenis BAe-RJ85 atau sering disebut Avro RJ85 saat bertolak ke Jawa Timur (Jatim), Rabu 20 April 2022.

Alasannya karena Presiden dan rombongan harus mendapat di Bandara Trunojoyo, Madura.

Dalam kunjungan kerjanya kali ini Presiden memang dijadwalkan meresmikan operasional bandara yang hanya memiliki panjang landasan 1600 meter itu.

Tampaknya soal panjang landasan itulah yang membuat Presiden memilih menggunakan Avro RJ85 daripada Boeing 737-800/Boeing Business Jet (BBJ) 2.

Avro sanggup mendarat di landasan sepanjang 1.500 meter, sedangkan BBJ2 membutuhkan panjang landasan lebih dari 2.000 meter.

Presiden Jokowi lepas landas dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, bersama rombongan terbatas sekitar pukul 07.15 WIB.

Pesawat kepresidenan Avro RJ85 itu hanya mampu membawa paling banyak 30 penumpang.

Hal tersebut karena, konfigurasi kursinya disesuaikan dengan kebutuhan VVIP.

Setibanya di Bandar Udara (Bandara) Trunojoyo, Kabupaten Sumenep, Presiden akan langsung meninjau sekaligus meresmikan bandara tersebut.

Selain peresmian, Kepala Negara juga diagendakan untuk memberikan sejumlah bantuan sosial kepada para penerima manfaat di sejumlah pasar di Kabupaten Sumenep.

Setelahnya, Presiden dan rombongan akan melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Sidoarjo masih menggunakan Pesawat BAe-RJ85 melalui Bandar Udara Trunojoyo.

Setibanya di Bandara Internasional Juanda, Kabupaten Sidoarjo, Presiden langsung menuju PT PAL Indonesia (Persero).

Di sana Presiden menghadiri Peluncuran Holding dan Program Strategis Badan Usaha Milik Negara Industri Pertahanan Defend ID.

Kemudian, Presiden juga akan memberikan sejumlah bantuan sosial kepada para penerima manfaat di beberapa lokasi di Kota Surabaya.

Mengakhiri rangkaian kunjungan kerja di Provinsi Jawa Timur, Presiden akan berkunjung ke Kabupaten Gresik, untuk memberikan sejumlah bantuan sosial di beberapa lokasi di kota tersebut.

Presiden dan rombongan dijadwalkan akan kembali Jakarta melalui Bandara Internasional Juanda, Kabupaten Sidoarjo.

Saat itu, barulah dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1, BBJ2.

Turut mendampingi Presiden dalam penerbangan menuju Jawa Timur Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan Menteri BUMN Erick Thohir.

Inilah pesawat kepresidenan BAe RJ85;

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini