Pengamat : Veronica Koman dan Benny Wenda Sudah Biasa Jadi Provokator!

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Veronica Koman menuding BIN tidak berkompeten dalam menangani masalah Papua. Hal tersebut disampaikannya usai namanya dan Benny Wenda disebut oleh Wakil Kepala BIN Letnan Jenderal TNI (Purn) Teddy Lhaksmana Widya Kusuma dalam rapat Panitia Khusus RUU Otonomi Khusus Papua, Kamis 27 Mei 2021.

Hal ini pun ditanggapi oleh Pengamat Intelijen dan Keamanan Stanislaus Riyanta. Ia mengamini kalau selama ini ada pihak yang melakukan provokasi terhadap masyarakat Papua untuk menentang pemerintah dan memisahkan diri dari Indonesia. Di antaranya termasuk Veronica Koman dan Benny Wenda. Padahal penduduk Papua masih cinta dengan NKRI.

“Veronica Koman dan Benny Wenda dalam narasi-narasinya memang provokatif untuk tujuan tersebut. HAM menjadi framing para provokator karena isu ini paling laris dijual ke kalangan internasional yang tidak tahu fakta secara utuh dan terbius dengan gambaran sepihak,” ujarnya kepada Mata Indonesia, Jumat 28 Mei 2021.

Stanislaus juga menilai tudingan Veronica tak beralasan. Sebab pernyataan yang dikeluarkan oleh BIN tentunya berdasarkan data dan analisa yang terukur.

Ia pun menyarankan agar pemerintah tetap menjalankan pada program yang sudah dan sedang dijalankan selama ini. Pemerintah diminta untuk tetap fokus pada kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat Papua.

“Dialog harus menjadi jalan utama, agar keterlibatan masyarakat dalam penanganan pembangunan dan permasalahan lebih maksimal. Tugas pemerintan peningkatan kualitas hidup masyarakat sangat penting, dan ini harus dua arah tidak hanya top down,” katanya.

Stanislaus juga menambahkan bahwa jika dalam proses dialog dan pembangunan ada pihak yang melakukan kekerasan, apalagi menggunakan senjata, maka perlu ada tindakan tegas dari pemerintah. Hal ini tentu menjadi tugas BIN untuk menciptakan situasi yang kondusif. Sementara TNI dan melindungi masyarakat dan melakukan penegakan hukum terhadap pelaku.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini