Musim Kemarau jadi Ancaman Kekeringan Lahan Sawah, Ini Cara Pemkab Kulon Progo Antisipasi Gagal Panen

Baca Juga

Mata Indonesia, Kulon Progo – Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kabupaten Kulon Progo berencana untuk meningkatkan pengamatan dan pengawasan lapangan dalam mengantisipasi musim kemarau dan mencegah kegagalan panen akibat kurangnya pasokan air.

Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) dari DPP Kulonprogo, Supomo mengatakan petugas lapangan akan meningkatkan pengamatan terhadap situasi dan kondisi di Kulonprogo.

“Langkah mitigasi kita lakukan dengan berbagai cara. Jika memang petani kekurangan air, kami manfaatkan berbagai cara untuk mendatangkan air,” kata dia, Kamis 4 Mei 2023.

Untuk mengurangi dampak musim kemarau yang panjang, pengamatan di lapangan akan ditingkatkan dan sumber air yang potensial seperti sungai kecil atau sumur akan dimanfaatkan jika terjadi kekurangan air.

Menurut Supomo, jika ada sumber mata air, akan dipompa untuk dimanfaatkan. Di daerah pertanian tadah hujan, sudah tersedia sumur bor yang dapat digunakan sewaktu-waktu.

Supomo menambahkan bahwa DPP siap menyambut musim kemarau, terutama dalam hal ketersediaan air untuk lahan pertanian.

Langkah-langkah ini akan memastikan bahwa tindakan yang diperlukan diambil untuk mencegah kegagalan panen akibat kurangnya pasokan air.

Di sisi lain, keberadaan Waduk Sermo yang ada di Kulon Progo sebenarnya cukup membantu. Hal itu bisa dimanfaatkan ketika sawah atau petani membutuhkan air ketika terjadi kekeringan.

“Fungsi air di Waduk Sermo itu kan PAM. Jadi saat kondisi darurat bisa dimanfaatkan. Kita nanti berkoordinasi dengan DPUPKP,” kata dia.

Pihaknya juga telah memetakan wilayah mana saja yang rawan terjadi kekeringan. Hal itu tentu menjadi perhatian Pemkab selama kemarau terjadi.

“Jadi ada lokasi yang cukup rawan terutama di sawah-sawah tadah hujan, seperti Kecamatan Wates, Temon, Kokop dan Pengasih,” ungkap dia.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini