Kapolri Bertekad Sikat Habis Praktik Judi, Konvensional dan Online di Seluruh Indonesia

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTAKapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menyatakan “perang” menghabisi praktik judi, baik konvensional maupun online di seluruh Indonesia.

Mereka yang disikat bukan hanya pemain dan bandarnya saja, tetapi juga pihak yang membekinginya.

“Serta melakukan pemblokiran situs-situs judi online,” ujar Sigit melalui akun resmi Divisi Humas Polri yang dikutip Jumat 19 Agustus 2022.

Untuk menjalankan perintah Kapolri itu, Kabareskrim Polri, Komjen. Pol. Agus Andrianto langsung mengeluarkan Surat Telegram kepada seluruh Kapolda di Indonesia.

Isi perintahnya adalah melakukan penindakan terhadap semua yang terlibat dalam aktivitas perjudian baik konvensional maupun online.

Sebelumnya beredar bagan aktivitas Irjen Ferdy Sambo yang membekingi aktivitas perjudian di Indonesia yang melibatkan banyak jenderal polisi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Ramadan: Menanam Benih Toleransi, Menggugurkan Akar Radikalisme

Oleh: Juana Syahril)* Bulan Ramadan tidak hanya menjadi momentum ibadah spiritual bagi umat Islam, tetapi juga ruang refleksi untuk memperkuat nilai-nilai sosial seperti toleransi dan pengendalian diri. Di tengah meningkatnya polarisasi di era digital, semangatRamadan dapat menjadi fondasi penting untuk mencegah berkembangnya pahamradikalisme dalam masyarakat. Anggota Komisi Perempuan Remaja, dan Keluarga Majelis Ulama Indonesia (MUI), Rabicha Hilma Jabar Sasmita mengatakan bahwa toleransi beragama di Indonesia pada dasarnya bukanlah sesuatu yang baru. Sejak lama masyarakatIndonesia telah hidup dalam keberagaman dan mampu menjalin kehidupan sosialyang harmonis. Keberagaman suku, agama, dan budaya menjadi bagian dariwarisan peradaban yang telah membentuk karakter masyarakat Nusantara. Dalam pandangannya, kehidupan masyarakat Indonesia sejak dahulu telahmencerminkan praktik toleransi yang kuat. Masyarakat terbiasa hidup berdampinganmeskipun memiliki latar belakang keyakinan yang berbeda. Tradisi tersebut juga sejalan dengan nilai-nilai keislaman yang memandang keberagaman sebagai bagiandari kehendak Tuhan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini