Innalillahi, Raja Minyak Indonesia, Arifin Panigoro Meninggal Dunia

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Pengusaha yang banyak menggeluti bisnis minyak dan gas bumi (migas), Arifin Panigoro meninggal dunia pada usia 76 tahun, Minggu 27 Februari 2022 di Mayo Clinic, Rochester, Amerika Serikat sekitar pukul 14.29 waktu setempat.

Kabar duka itu bereda di media sosial dan grup-grup WA.

Pendiri dan pemilik Meta Epsi Pribumi Drilling Company atau yang terkenal dengan nama MedcoEnergi itu dikabarkan sempat menerima telepon dari Presiden Jokowi tiga hari yang lalu.

Medco merupakan perusahaan pertambangan minyak dan gas bumi milik pengusaha asli Indonesia terbesar.

Selain menjadi pengusaha Arifin juga sempat terjun di dunia politik dan bergabung dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) pada 1999.

Dia pun sempat menjadi ketua DPP dan Ketua Fraksi PDIP pada 2002-2003.

Pada 2005, Arifin mundur dari DPR dan PDIP. Dia membentuk partai sendiri bersama rekan-rekannya yakni Partai Demokrasi Pembaruan.

Sebelum meninggal Arifin masih menjabat sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres).

Hingga tulisan ini dibuat belum dikabarkan pasti penyakit yang diderita Arifin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini