FIFA Takut Sama Rusia? Kok Cuma Berikan Hukuman Ringan

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – FIFA terkesan takut sama Rusia. Pasalnya, badan sepak bola dunia itu hanya memberikan hukuman ringan kepada timnas sepak bola Negeri Beruang Merah.

FIFA memberikan hukuman kepada timnas Rusia terkait aksi invasi yang dilakukan negaranya ke Ukraina sejak Kamis 27 Februari 2022 dimana sudah memakan ribuan korban jiwan.

Beberapa negara anggota FIFA seperti Polandia, Swedia, Ceko, dan Inggris dengan tegas menolak bertanding melawan Rusia di kompetisi apa pun meskipun di tempat netral. Penolakan ini buntut dari invasi yang dilakukan Rusia ke Ukraina.

FIFA justru terkesan lembek. Mereka menjatuhkan hukuman ringan untuk Rusia. Mereka tidak berani mencoret Rusia dari ajang Piala Dunia 2022.

“Untuk mengatasi masalah yang berhubungan dengan sepak bola dan berkoordinasi dengan UEFA, Biro Dewan FIFA – yang melibatkan Presiden FIFA dan enam Presiden Konfederasi – tdengan suara bulat memutuskan untuk mengambil tindakan pertama segera, sejalan dengan rekomendasi dari Komite Olimpiade Internasional (IOC) dan itu akan berlaku hingga pemberitahuan lebih lanjut,” bunyi pernyataan FIFA, dikutip dari Football Italia, Senin 28 Februari 2022.

FIFA menghukum Rusia tak boleh menggelar pertandingan di kandang sendiri. Mereka harus main di tempat netral. Rusia tak boleh menggunakan nama Rusia di kompetisi internasional, melainkan menggunakan nama RFU (Football Union of Russia). Kemudian, tidak boleh ada lagu kebangsaan dan bendera Rusia.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini