Hasil Kotak Amal, Kelompok Teroris JI Tanam Pohon Kurma di Lahan Seluas 4 Hektare

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Fakta baru terungkap dari pendalam yang dilakukan oleh Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 antiteror terhadap terduga teroris kelompok Jamaah Islamiyah (JI) bernama IR Suprihadi.

“Pendalaman terhadap IR Suprihadi didapatkan. Pada saat munas Laz Aba 2019 disampaikan sosialisasi program Laz Aba di antaranya terkait pemberdayaan perkebunan kurma,” kata Kabagpenum Div Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan, Jumat 12 November 2021.

Dia menjelaskan, untuk melakukan penanam kurma itu sendiri baru pada tahap proses pembuatan lubang. Tim Densus 88 masih menyelidiki soal perkebunan kurma tersebut.

“Sudah disiapkan lahan tanah wakaf dan 4 hektar lahan rencana akan ditanami pohon kurma di mana 2 hektar merupakan wakaf dari Subiyanto dan 2 Hektare dibeli oleh ABA dari Subiyanto seharga Rp400 juta, namun masih kurang Rp175 juta. (status tanah masih atas nama Subiyanto),” ujar dia.

Untuk letak tanah itu sendiri disebut Ramadhan berada di Tanah Jawa, Gunung Megang, Kecamatan Pulopanggung, Kabupaten Tanggamus. “Dikelola bukan perusahaan resmi dan tidak berbadan hukum,”katanya.

Diketahui, Densus 88 antiteror telah menangkap tujuh orang terduga teroris atas nama inisial SU (61), SK (59), DW alias DRS (47), F (34) AA (42), S (47), NA (42) dan P alias Mas PUR Bengkel (40). Mereka yang ditangkap itu di wilayah Lampung di lokasi dan waktu yang berbeda-beda. 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini