Gerindra Temui Ridwan Kamil, Bahas Suara Dukungan Prabowo di Jabar

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Sepertinya arah politik Gerindra mulai condong ke Ridwan Kamil. Hal itu setelah Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani bersilaturahmi ke Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil di Gedung Pakuan, pada Minggu 24 April 2022 malam. Dia menyampaikan pentingnya pembangunan Jawa Barat sebagai provinsi penyangga Ibu Kota.

Muzani menyebut, perlu direncanakan Bandung menjadi kota yang modern dan metropolis dengan tetap berkepribadian sebagai Ibu Kota Jawa Barat. Seperti mengatasi kepadatan lalu lintas dengan membangun transportasi massal.

Menurut Wakil Ketua MPR itu, mobilitas penduduk Bandung pada siang hari mencapai 3,5 juta, sedangkan pada malam hari 2,5 juta, belum lagi akhir pekan dan hari libur lainnya. Maka, diperlukan perencanaan dan pembangunan infrastruktur yang serius kota tersebut.

“Itu sebabnya hari ini kami membawa anggota DPR RI Gerindra dengan maksud membangun Jawa Barat sebagai provinsi yang maju baik ekonomi, pendidikan, kesehatan maupun kesejahteraan bagi rakyatnya dalam komando Gubernur Ridwan Kamil. Kenapa demikian? Karena Partai Gerindra merasa bertanggung jawab untuk turut serta membangun Jawa Barat,” kata Muzani dalam keterangan tertulisnya, Senin 25 April 2022.

Menurut Muzani, kepercayaan rakyat Jabar kepada Gerindra amat besar. Pendukung Prabowo Subianto juga besar di Jawa Barat.

“Di provinsi ini kepercayaan kepada Gerindra amatlah besar, sehingga Gerindra bisa menjadi pemenang. Demikian juga pada saat pilpres, Pak Prabowo mendapat kepercayaan besar dari rakyat Jawa Barat,” kata Muzani.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengaku berterimakasih atas kunjungan serta atensi Partai Gerindra terhadap Jawa Barat.

Dia menyebut, Jabar merupakan wilayah yang strategis dari berbagai aspek salah satunya terkait jumlah pemilih terbesar. Sehingga wajar apabila banyak partai politik yang berlomba-lomba untuk bisa meraih simpati masyarakat Jawa Barat.

Menurut Kang Emil sapaan Ridwan Kamil, ada beberapa hal yang menjadi kendala bagi pembangunan kesejahteraan masyarakat Jawa Barat.

Salah satunya keterbatasan fiskal dalam mengelola pemerintahan. Emil berkata, penduduk Jabar saat ini berjumlah 50 juta jiwa yang terdiri 27 kabupaten kota.

“Belum lagi kalau kita bicara tentang jumlah desa. Jabar jauh lebih sedikit. Itu lah mengapa terjadi ketimpangan fiskal yang ujungnya sumber pendanaan pembangunan menjadi kecil. Idealnya Jabar dengan jumlah penduduk tersebut sekitar 40 kabupaten kota dengan jumlah desa yang tentu bertambah,” ujar dia.

“Untuk itu harapannya ke depan saya bisa berkolaborasi dengan semua partai politik, tidak hanya dengan Gerindra dalam membangun dan mensejahterakan rakyat Jawa Barat,” katanya.

Turut hadir dalam pertemuan itu anggota DPR RI Gerindra Prasetyo Hadi, Sodik Mujahid, Mulyadi, Puti Sari, Rachel Maryam, Obon Tabroni, Subarna, Jeffry Romdhoni, Irwan Hasman, dan Ketua DPRD Jawa Barat M Taufik Hidayat, Wali Kota Bandung Yana Mulyana, dan seluruh anggota DPRD Gerindra Jabar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini