Mudik Lebaran, Bandara Juanda Tambah Jam Operasional, Cek Jadwalnya

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-General Manager Bandara Internasional Juanda Surabaya, Sisyani Jaffar mengatakan, telah melakukan serangkaian kesiapan saat Lebaran tahun ini. Salah satunya dengan menambah jam operasional untuk mendukung arus mudik dan arus balik Lebaran.

“Penyesuaian jam operasional bandara menjadi pukul 05.00 WIB sampai dengan 22.00 WIB dari sebelumnya pukul 05.00 WIB sampai dengan 20.00 WIB,” kata Sisyani di Jakarta.

Dia mengatakan, langkah antisipasi yang dilakukan adalah dengan menambah Notice of Airport Capacity (NAC) yakni kemampuan atau kapasitas bandara melayani penerbangan per jamnya menjadi 30 pergerakan pesawat per jam dari sebelumnya 26 pergerakan per jam.

“Selain itu dari aspek keamanan pihak bandara memberlakukan pemeriksaan keamanan secara terpusat atau Centralized Screening Check Point yang bertujuan agar pengawasan pemeriksaan keamanan dapat lebih optimal,” ujarnya.

Bandara Internasional Juanda Surabaya juga mengoperasikan posko mudik Hari Raya Idul Fitri tahun 2022 sejak 25 April hingga 10 Mei 2022 sebagai tempat sebagai pusat informasi dan data sekaligus area pelayanan penumpang.

Posko tersebut berfungsi sebagai pusat informasi dan data sekaligus area pelayanan penumpang.

“Sesuai Instruksi Dirjen Perhubungan Udara Nomor 01 Tahun 2022 Posko akan berlangsung selama 16 hari sejak 25 April hingga 10 Mei 2022,” katanya.

Dia menjelaskan, secara umum memang di awal Ramadhan trafik cenderung turun dan terlihat mulai meningkat memasuki pekan ketiga dan kemungkinan masih akan tumbuh hingga mendekati Hari H libur Lebaran.

“Pada pekan pertama hingga kedua rata-rata penumpang harian adalah sejumlah 21 ribu lalu pada pekan ketiga rata-rata 23 ribu, dan saat ini di pekan keempat yang sudah berjalan empat hari, rata-rata penumpang harian adalah sejumlah 27 ribu,” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini