Dokumen Rahasia Perbankan Bocor ke Publik, Rupiah Ditutup Melemah

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Nilai tukar rupiah atas dolar AS ditutup melemah di akhir perdagangan Selasa, 22 September 2020. Mengutip data Bloomberg, rupiah berada di posisi Rp 14.785 per dolar AS atau melemah 0,58 persen.

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan, pelemahan mata uang garuda disebabkan oleh bocornya dokumen FinCEN Files ke publik. Dokumen yang berisi 2.500 halaman ini berisi rahasia di dunia perbankan dan keuangan.

Sebagian besar adalah file yang dikirim bank-bank ke otoritas Amerika Serikat (AS) antara tahun 1995 sampai 2017. Di dalam file tersebut terdapat skandal penggelapan dana hingga pengemplangan pajak dari lembaga keuangan besar dunia.

“Terdapat penjelasan soal bagaimana beberapa bank terbesar di dunia mengizinkan kriminal mentransaksikan “uang kotor” ke seluruh dunia dan nilainya mencapai sekitar 2 triliun dolar AS,” ujarnya, Selasa sore.

Selain itu, pelemahan rupiah juga dibayangi oleh wabah COVID-19 baru di Eropa yang telah membuat negara-negara seperti Yunani dan Denmark menerapkan kembali langkah-langkah pembatasan berskala besar. Pun Perdana Menteri Inggris Boris Johnson juga akan mengumumkan pembatasan baru di bar dan restoran.

Sementara dari dalam negeri, laju mata uang garuda juga dibayangi oleh rencana amandemen undang-undang Bank Indonesia (BI) masih menjadi headline diberbagai media baik nasional maupun internasional.Draft tersebut juga tetap menjadi sorotan bagi pelaku pasar baik domestik maupun asing.

Mereka mempertanyakan independensi bank sentral yang kemungkinan tidak lagi independen dalam memutuskan kebijakan baik suku bunga maupun stimulus, walaupun rencana amandemen ini hanya berlaku di masa covid-19 sampai 2023.

Pemerintah telah berkali-kali meyakinkan terhadap pasar bahwa apa yang dilakukan bertujuan untuk memperluas wewenang BI sebagai bank sentral untuk menyehatkan ekonomi akibat pandemi corona.

“Namun lagi-lagi dikalangan pelaku pasar terjadi pro dan kontra atas pernyataan Pemerintah tersebut akhirnya pasar kembali kecewa dan berimbas terhadap aliran modal asing dilaporkan mulai keluar dari pasar valas, obligasi dan Surat Utang Negara( SUN),” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

ABDUR RAHMAN, KABID PTKP BADKO HMI KALIMANTAN BARAT MENOLAK TAPERA, SEBAB MEMBERIKAN BEBAN TAMBAHAN KEPADA PEKERJA

Program Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) yang disahkan melalui Peraturan Pemerintah No. 21/2024 sebagai pengganti PP No.25/2020 oleh Presiden RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini