Disparitas Harga Pertamax dan Pertalite Buat Napas Pelaku Usaha Pertashop di DIY Kembang Kempis

Baca Juga

Mata Indonesia, Yogyakarta – Pelaku usaha Pertamina Shop (Pertashop) mulai ketar-ketir untuk gulung tikar. Hal itu terjadi menyusul adanya disparitas harga Pertamax dan Pertalite sejak diubah April 2022 lalu.

Tak hanya itu, Pertashop bakal kalah saing dari Pertamini yang menjual BBM non subsidi yang lebih terjangkau

Kuwat, salah satu pelaku usaha Pertashop di Jogja tak menampik usahanya tersebut mulai tergerus. Bahkan pihaknya memilih membuka usaha lain.

“Jadinya buka jualan lain di pertashop ini. Ada outlet mini market sama tambal ban nitrogen,” ujar Kuwat dihubungi, Minggu 16 Juli 2023.

Ia pun, membandingkan pendapat dari pembelian BBM dan tambal ban nitrogen. Dua usaha itu bahkan mendapat tambahan sampai 10 persen.

Dengan demikian, usaha pertachop tak mampu menjadi penyangga. Sehingga alternatif usaha sangat dibutuhkan.

“Lokasi harus dikaji, meskipun tidak secara akademis sekali ya. Saya nongkrongin sekitar 1-2 minggu, melihat trafficnya. Di sini [condongcatur] meskipun jalan kabupaten, tapi jalur luar kota, ke Klaten dari sisi utara,” jelasnya.

Dia juga membuka pembayaran non tunai menggunakan QRIS. Inovasi ini memudahkan pembayaran.

“Luas lahannya kan 900 meter persegi, ada dua modul, sehingga masyarakat nggak antri panjang. Karena kadang konsumen malas ngantri. Kalau pun harus antri, lahannya memadai,” jelasnya.

Kuwat berharap bila pemerintah benar-benar menerapkan kebijakan kendaraan listrik, pelaku usaha sepertinya bisa diajak bekerja sama. Diantaranya mempersilahkannya ikut menyediakan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

“Kami siap kok kalau mau buka stasiun pengisian baterai kendaraan listrik,” katanya.

Sementara Area Manager Communication, Relations, & Corporate Social Responsibility (CSR) Regional Jawa Bagian Tengah Pertamina Patra Niaga, Brasto Galih Nugroho mengungkapkan, saat ini terdapat 140 Pertashop untuk wilayah DIY yang menjual Pertamax dan Dexlite. Pertamina Patra Niaga sedang mengembangkan dan mensosialisasikan agar Pertashop menambahkan bisnis selain non-fuel retail (NFR) atau bisnis non-BBM ritel di dalam Pertashop mereka.

“Bisnis NFR ini seperti mini market, tambal ban nitrogen, jasa ekspedisi, kafe, atau bisnis lainnya selama memenuhi aspek keselamatan,” kata dia.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

AMN Manado Bangkitkan Etos Pemuda Jadi Cendekia Cerdas dan Terhormat

Asrama Mahasiswa Nusantara (AMN) Manado membangkitkan etos para pemuda untuk menjadi cendekia yang cerdas dan terhormat, sehingga mereka terampil...
- Advertisement -

Baca berita yang ini