Bukan Korea, Pratama Arhan Resmi Gabung Klub Jepang Tokyo Verdy

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Bintang timnas Indonesia, Pratama Arhan resmi berkarier di luar negeri. Bukan Liga Korea seperti yang digadang-gadang, dia melanjutkan karier di Jepang bersama Tokyo Verdy.

Pratama Arhan merupakan salah satu pemain yang bersinar saat memperkuat timnas Indonesia di Piala AFF 2020. Meski hanya mampu membawa skuat Garuda menjadi runner-up, penampilannya membuat banyak klub luar negeri kepincut.

Pemain yang sebelumnya memperkuat PSIS Semarang itu disebut-sebut akan bermain di Korea Selatan mengikuti jejak rekannya, Asnawi Mangkualam, yang lebih dulu bermain di Negeri Ginseng bersama Ansan Greeners.

“Kami dengan bangga memberi tahu Arhan, yang sebelumnya bergabung di PSIS Semarang di Indonesia, memutuskan bergabung dengan Tokyo Verdy dengan transfer penuh,” cuit akun Twitter resmi Tokyo Verdy, @TokyoVerdySTAFF.

Dalam sebuah video yang diunggah Tokyo Verdy, Pratama mengaku bahagia bisa bermain dengan salah satu klub tersukses di Negeri Matahari Terbit.

“Halo semuanya! Saya Pratama Arhan bek kiri Indonesia. Saya sangat senang bergabung ke Tokyo Verdy, salah satu klub tersukses di Liga Jepang,” ujarnya.

“Saya ingin berkontribusi maksimal untuk Verdy yang memperjuangkan promosi ke kasta tertinggi Liga Jepang dengan kecepatan saya di sisi kiri, crossing, suplai bola, throw ini jauh ke dalam kotak penalti,” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dana Hasil Penertiban Kawasan Hutan Jadi Bukti Nyata Penegakan Hukum Pemerintah

Oleh: Alvin Sato )*Pemerintah terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuatpenegakan hukum dan penyelamatan aset negara melalui langkahkonkret penertiban kawasan hutan. Hal itu tercermin dari penyerahandana hasil penertiban kawasan hutan senilai Rp10,27 triliun kepadanegara yang disaksikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di Gedung Kejaksaan Agung Republik Indonesia, Jakarta. Momentum penyerahan ini sekaligus menjadi simbol kuat bahwa upayapenegakan hukum pemerintah kini semakin berorientasi pada hasil nyatayang dapat dirasakan masyarakat.Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo menegaskan bahwaagenda penyerahan dana hasil penertiban kawasan hutan bukan sekadarseremoni. Kepala Negara memandang masyarakat saat ini menginginkanbukti konkret dari kerja pemerintah, terutama dalam upaya menjagakekayaan negara dan menindak berbagai pelanggaran di sektor sumberdaya alam. Presiden menilai transparansi dan akuntabilitas menjadibagian penting agar masyarakat dapat melihat langsung hasil daripenegakan hukum yang dilakukan negara.Menurut Presiden, dana triliunan rupiah yang berhasil diselamatkantersebut menunjukkan bahwa pemerintah serius memastikan aset negara tidak lagi bocor akibat praktik ilegal maupun penyalahgunaan kawasanhutan. Ia juga menyinggung bahwa masyarakat sudah terlalu lama disuguhi berbagai pidato tanpa hasil nyata, sehingga pemerintah saat iniberupaya menghadirkan bukti langsung melalui pengembalian aset dan penyelamatan keuangan negara.Presiden Prabowo turut mengungkapkan adanya potensi tambahanpengembalian aset negara pada bulan berikutnya dengan nilai mencapaiRp11 triliun. Hal itu memperlihatkan bahwa upaya penertiban kawasanhutan tidak berhenti pada satu tahap, melainkan terus berlanjut sebagaibagian dari strategi nasional dalam memperbaiki tata kelola sumber dayaalam Indonesia.Selain penyerahan dana, pemerintah juga berhasil menguasai kembalikawasan hutan seluas lebih dari 2,3 juta hektare. Pengembalian lahantersebut dinilai menjadi langkah strategis dalam menjaga kedaulatannegara atas kawasan hutan yang selama bertahun-tahun mengalamiberbagai bentuk pelanggaran, mulai dari penguasaan lahan ilegal hinggapenyalahgunaan izin usaha.Jaksa Agung ST Burhanuddin menegaskan bahwa dana Rp10,27 triliunyang dipamerkan dalam kegiatan Satgas Penertiban Kawasan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini