Besok Unjuk Rasa 11 April, Inilah 6 Tuntutan Mahasiswa

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA -Badan Eksekutip Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) akan menggelar aksi unjuk rasa serentak di berbagai kota pada Senin 11 April 2022.

BEM SI akan membawa total 18 tuntutan pada aksi demo 11 April. Namun yang akan disampaikan kepada presiden saat unjuk rasa 6 tuntutan.

Ketua BEM SI Lutfhi Yufrizal mengatakan ada sekitar 1.000 mahasiswa yang akan turun ke jalan. ”Massa aksi demo 11 April 2022 yang akan digelar di depan Istana Merdeka, Jakarta sekitar 1.000 orang,” katanya , Minggu 10 April 2022.

Menurutnya, peserta aksi 11 April ialah para mahasiswa yang berasal dari perguruan tinggi negeri dan kampus swasta Luthfi juga mengatakan pihaknya telah berkirim surat ke kepolisian mengenai rencana aksi itu.

Dia berharap kepolisian tidak membubarkan paksa massa aksi demo 11 April 2022.

Berikut 6 tuntutan yang akan disampaikan

  • Menolak penundaan Pemilu 2024 dan perpanjangan masa jabatan presiden menjadi tiga periode,
  • Mendesak stabilitas harga kebutuhan pokok.
  • Pemerintah memberikan jaminan kesediaan barang-barang pokok bagi masyarakat.
  • Membatalkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.
  • Presiden Jokowi menunjukkan sikap tegas terhadap wacana penundaan pemilu 2024 dan perpanjangan masa jabatan presiden.
  • Presiden Jokowi mengusut kasus mafia minyak goreng dan mengevaluasi kinerja para menteri yang bermasalah.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Menutup Kesenjangan Layanan Kesehatan melalui Koperasi Desa

Oleh: Yandi Arya Adinegara )*Kesenjangan layanan kesehatan antara wilayah perkotaan dan pedesaan masihmenjadi pekerjaan rumah besar dalam pembangunan nasional. Di satu sisi, kota-kota besar menikmati akses rumah sakit modern, tenaga medis memadai, sertadistribusi obat yang relatif lancar. Di sisi lain, banyak desa masih menghadapiketerbatasan fasilitas kesehatan, minimnya ketersediaan obat, hingga rendahnyaketerjangkauan layanan bagi masyarakat.Dalam konteks inilah, langkah pemerintah menghadirkan Koperasi Desa/Kelurahan(Kopdes) Merah Putih sebagai simpul layanan kesehatan sekaligus pusat ekonomidesa patut diapresiasi sebagai terobosan strategis dan relevan dengan kebutuhanzaman.Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menegaskan bahwa Kopdes Merah Putih tidakhanya dirancang sebagai penggerak ekonomi lokal, tetapi juga menjadi ujungtombak pelayanan kesehatan masyarakat desa. Setiap koperasi akan dilengkapidengan gerai obat dan klinik kesehatan, sebuah inovasi yang secara langsungmenyasar persoalan klasik: keterbatasan akses layanan kesehatan di wilayah pedesaan. Pernyataan ini bukan sekadar wacana, melainkan bagian dari desainkebijakan yang terintegrasi lintas sektor.Selama ini, salah satu persoalan mendasar adalah masih adanya warga desa yang belum terjangkau oleh program jaminan kesehatan nasional. Kehadiran klinik desaberbasis koperasi membuka peluang bagi masyarakat untuk mendapatkan layanankesehatan yang lebih dekat, murah, dan mudah diakses. Ferry Juliantonomenekankan bahwa pemerintah ingin memastikan masyarakat desa memperolehjaminan pelayanan kesehatan yang layak, melalui sinergi antara Kementerian Koperasi, Kementerian Kesehatan, dan BPJS Kesehatan.Langkah kolaboratif ini diperkuat dengan penandatanganan nota kesepahamanantara Sekretaris Kementerian Koperasi Ahmad Zabadi dan Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito. Kerja sama tersebut tidak hanya bertujuanmemperluas cakupan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional...
- Advertisement -

Baca berita yang ini